Di dalam rumah besar yang dijadikan posko, Dian Puspita mendapati seorang perempuan lanjut usia yang tampak kesakitan.
Lansia bernama Yuliana yang berusia 86 tahun itu mengaku sudah lama mengidap penyakit jantung.
“Jantung saya sakit, sudah sering keluar masuk rumah sakit,” ungkap Yuliana.
Mendengar keluhan tersebut, Dian Puspita—yang merupakan dokter spesialis jantung—langsung memeriksanya.
Ia meminta Yuliana berbaring, lalu memasang stetoskop untuk mengecek detak jantung secara saksama. Setelah pemeriksaan, kondisi jantung Yuliana dinyatakan stabil.
“Jantung ibu stabil, ibu harus rutin kontrol dan minum obat,” pesan Dian Puspita.
Dian Puspita juga menemukan bahwa obat Yuliana hampir habis. Ia pun memberikan tambahan obat untuk kebutuhan sepuluh hari ke depan dan meminta Yuliana segera melakukan kontrol ulang ke rumah sakit.
Tidak hanya Yuliana, sebuah kasus lain juga menarik perhatian Dian Puspita. Seorang lelaki lansia di pengungsian itu mengalami penyakit paru-paru dan jantung, namun obat jantungnya hanyut terbawa banjir.
Dian Puspita kembali melakukan pemeriksaan medis dan memberikan obat jantung untuk sepuluh hari, serta menyarankan agar pasien tersebut melakukan kontrol lanjutan ke dokter spesialis jantung di RSUD Rasidin Padang.
Posko pengungsian di Guo menampung banyak kelompok rentan: anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para lansia. Bantuan logistik dan kebutuhan harian dipusatkan di lokasi tersebut.
Informasi dari Diskominfo Padang, kedatangan Istri Wali Kota tidak hanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menyerahkan bantuan bagi seluruh warga terdampak.
Bersama jajaran Dekranasda Kota Padang, bantuan tersebut disalurkan kepada para korban banjir bandang yang terjadi pada Jumat pekan sebelumnya.
Kehadiran tenaga medis di tengah bencana menjadi dukungan penting bagi para pengungsi—terutama lansia yang sedang menjalani pengobatan jangka panjang—agar tetap mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan meski berada jauh dari fasilitas kesehatan.(*)
Editor : Heri Sugiarto