Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hamil Empat Bulan, Dewi Laila Sumbang Dua Emas Menembak di SEA Games 2025

Novitri Selvia • Rabu, 17 Desember 2025 | 10:56 WIB

DEDIKASI: Dewi Laila Mubarokah (tengah), bersama Dominique Rachmawati Karini (kanan), dan Yasmin Figlia Achadiat (kiri) setelah pengalungan medali pemenang nomor 10 meter Air Rifle beregu putri.
DEDIKASI: Dewi Laila Mubarokah (tengah), bersama Dominique Rachmawati Karini (kanan), dan Yasmin Figlia Achadiat (kiri) setelah pengalungan medali pemenang nomor 10 meter Air Rifle beregu putri.

PADEK.JAWAPOS.COM-Bagi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang ditunjukkan Dewi Laila Mubarokah di arena menembak SEA Games 2025 lebih dari sekadar prestasi, tetapi juga dedikasi tanpa batas.

“Ibu yang rela mengorbankan kenyamanan demi mengharumkan nama bangsanya,” tulis Erick di Instagram pribadinya kemarin (16/12).

Petembak kelahiran Desa Lungbenda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, 26 tahun lalu itu tampil gemilang dengan meraih dua medali emas dari nomor 10 meter air rifle putri beregu bersama Dominique Rachmawati Karini dan Yasmin Figlia Achadiat, serta air rifle putri perorangan.

Dan, semua itu diraih dalam kondisi ia tengah hamil empat bulan. Kehamilan itu ia rahasiakan rapat-rapat. Hanya segelintir orang yang mengetahui, termasuk pengurus Persatuan Menembak Indonesia, pelatih, dan satu rekan atlet.

“Dominique saja enggak tahu meskipun kami sekamar,” kata istri Fathur Gustafian yang juga seorang petembak itu di Photharam Shooting Range, Bangkok, pada Sabtu (13/12), seperti dikutip dari Antara.

Sejak awal mengetahui dirinya hamil, Dewi tetap mengikuti pemusatan latihan, tes fisik, hingga kejuaraan. Pada fase awal kehamilan, tantangan justru terasa lebih berat.

“Waktu masih awal itu mual. Tapi, biar enggak ketahuan teman-teman, ditahan sendiri. Cuma cerita ke suami,” ujarnya.

Ada kekhawatiran lain yang tak kalah besar, yakni konsumsi vitamin. Sebagai atlet elite, setiap asupan harus dipastikan aman dan tidak melanggar aturan antidoping.

Kekhawatiran itu kemudian dijawab lewat konsultasi dengan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO).

Dari sana, ia mendapat arahan untuk melaporkan penggunaan vitamin melalui mekanisme Pengecualian Penggunaan Terapeutik (Therapeutic Use Exemption/TUE) yang diatur oleh Badan Antidoping Dunia (World Anti-Doping Agency/WADA).

Setelah apa yang diraihnya di SEA Games kali ini, Dewi pun memimpikan satu target besar berikutnya. “Dewi ingin tampil di Olimpiade bareng saya, saya kebetulan sudah pernah tampil,” kata Fathur.

Dominique mengaku terkejut ketika rahasia Dewi akhirnya terbuka. “Saya sempat mimpi Dewi hamil,” kata Dominique. “Pas tahu ternyata benar, saya kaget. Saya langsung bilang, ’tuh kan, benar hamil’.”

Di tribun, Fathur, menyaksikan semuanya dengan emosi bercampur. “Kami sama-sama menguatkan, sama-sama percaya proses,” kata Fathur.

Keputusan melanjutkan kehamilan di tengah persiapan SEA Games 2025 bukan hal mudah. Anak pertama mereka masih berusia dua tahun lebih. Program keluarga pun sempat direncanakan berbeda.

“Kami sempat berpikir menunda. Tapi, dokter bilang, anak ini punya hak hidup, punya rezekinya sendiri,” kata Fathur.

Erick pun turut mendoakan semoga kehamilan Dewi lancar hingga persalinan. “Dan, kelak sang anak tumbuh dengan bangga atas kisah ibunya yang mengharumkan nama bangsa,” ujarnya. (*/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#erick thohir #SEA Games 2025 #Dominique Rachmawati Karini #air rifle putri #Yasmin Figlia Achadiat #Dewi Laila Mubarokah