Dari Loper Koran ke Old Trafford, Dambrauskas Bawa Sabah Menantang Manchester United

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:24 WIB
Valdas Dambrauskas memimpin tim Sabah FK di Old Trafford jelang menghadapi Manchester United di Liga Champions 2026/2027. (Foto: Instagram @sabahfk)
Valdas Dambrauskas memimpin tim Sabah FK di Old Trafford jelang menghadapi Manchester United di Liga Champions 2026/2027. (Foto: Instagram @sabahfk)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pada 2002, Valdas Dambrauskas mengikuti kuis televisi di Lithuania dan memenangkan hadiah 4.000 litas. Uang tersebut digunakannya untuk pindah ke Inggris demi mengejar cita-cita menjadi pelatih sepak bola.

Lebih dari dua dekade kemudian, Dambrauskas kembali ke Inggris dalam posisi yang jauh berbeda. Ia datang ke Old Trafford sebagai pelatih Sabah, klub Azerbaijan yang untuk pertama kalinya tampil di fase liga Liga Champions dan menghadapi Manchester United.

Pertandingan Manchester United vs Sabah berlangsung Kamis (10/9/2026) malam waktu Inggris. Bagi pembaca Indonesia, laga tersebut dimulai Jumat (11/9/2026) pukul 02.00 WIB.

Bagi Dambrauskas, perjalanan menuju Old Trafford tidak hanya dibangun oleh satu kemenangan dalam kuis televisi. Pendidikan, pekerjaan di Inggris, sepak bola komunitas, pengalaman bersama Manchester United Soccer Schools, serta perjalanan panjang di berbagai negara Eropa menjadi bagian dari proses tersebut.

Berawal dari Kuis Televisi

Dambrauskas berusia 25 tahun ketika mengikuti kuis televisi Lithuania pada 2002. UEFA mencatat ia memenangkan 4.000 litas atau sekitar 1.160 euro dan menggunakan uang tersebut untuk pindah ke Inggris.

Di Inggris, ia belajar Sports Science and Coaching di London Metropolitan University dan mulai bekerja sebagai pelatih sukarelawan di sepak bola usia muda.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Dambrauskas mengatakan hadiah tersebut memang membantu rencana kepindahannya. Namun, menurutnya, rencana untuk pergi ke Inggris sudah ada sebelum mengikuti acara tersebut.

“Rencananya adalah pergi ke Inggris dan mengikuti impian menjadi pelatih,” kata Dambrauskas.

Karena itu, kisah kuis televisi bukanlah keseluruhan cerita. Hadiah tersebut menjadi salah satu pintu masuk menuju Inggris, sedangkan perjalanan setelahnya menuntut pendidikan, pekerjaan dan pengalaman bertahun-tahun.

Delapan Tahun Membangun Karier di Inggris

Awal kehidupan Dambrauskas di London tidak mudah. Dia mengingat dirinya belum mampu berbahasa Inggris dengan baik, tidak memiliki banyak kenalan dan harus menjalani berbagai pekerjaan.

Ia pernah bekerja di pub, mengantar surat kabar, bekerja di sekolah taman kanak-kanak, menjadi tukang kebun, bekerja di bidang penjualan, hingga menjalani pekerjaan sebagai pekerja mandiri. Pada saat yang sama, ia terus mengejar pendidikan dan pengalaman kepelatihan.

Dambrauskas kemudian mendapatkan kesempatan melalui Manchester United Soccer Schools. Ia bekerja dengan anak-anak dalam berbagai kegiatan sepak bola.

Ia mengaitkan kesempatan tersebut dengan John Shiels, yang saat itu memimpin Manchester United Foundation. Dambrauskas mengatakan dukungan yang diterimanya memberikan dorongan besar pada kepercayaan dirinya.

Pengalaman tersebut berlangsung di Manchester United Soccer Schools, bukan tim utama Manchester United.

Dari London Tigers ke Sepak Bola Profesional

Dambrauskas kemudian terlibat dengan London Tigers melalui seorang teman dari universitas. Ia akhirnya menangani tim semi-profesional klub tersebut yang bermain di Spartan South Midlands League.

Menurut Dambrauskas, periode itu menjadi titik ketika dirinya mulai melatih pada level yang lebih kompetitif. Ia juga menjalani peran paruh waktu di Fulham dan Brentford serta mengikuti berbagai kursus kepelatihan.

Pada akhir 2010, ia memutuskan kembali ke Lithuania untuk mengejar karier profesional. Keputusan tersebut membawanya menjadi bagian dari staf Ekranas, sebelum kemudian berkembang menjadi pelatih kepala dan menangani sejumlah klub di Eropa.

UEFA mencatat perjalanan kariernya kemudian mencakup Lithuania, Latvia, Kroasia, Bulgaria, Yunani, Siprus dan Hungaria sebelum akhirnya berlabuh di Azerbaijan.

Sabah, Klub yang Baru Berdiri pada 2017

Sabah baru didirikan pada September 2017. Dalam waktu kurang dari satu dekade, klub tersebut berkembang hingga mencapai fase liga Liga Champions.

UEFA bahkan menyebut Sabah sebagai klub termuda yang pernah mencapai fase liga atau fase grup kompetisi tersebut.

Sabah memenangkan Azerbaijan Cup pada 2025 untuk meraih trofi besar pertamanya. Dambrauskas bergabung pada musim panas tahun yang sama.

Pada musim pertamanya sebagai pelatih kepala, Dambrauskas membawa Sabah meraih gelar liga Azerbaijan untuk pertama kalinya sekaligus kembali memenangkan Azerbaijan Cup. Sabah mencatat 33 pertandingan tanpa kekalahan.

Dambrauskas mengatakan fondasi kesuksesan sudah tersedia ketika ia datang. Menurutnya, Sabah memang klub muda, tetapi berkembang cepat dan dibangun dengan nilai, kepercayaan serta rasa hormat.

Ia menilai tantangan terbesarnya adalah mengubah keyakinan para pemain terhadap kemampuan mereka sendiri.

“Tantangan terbesar adalah meyakinkan para pemain bahwa mereka mampu mengalahkan siapa pun,” kata Dambrauskas kepada UEFA.

Jalan Panjang Sabah Menuju Liga Champions

Keyakinan tersebut kemudian diuji dalam empat babak kualifikasi Liga Champions.

Sabah lebih dahulu menyingkirkan The New Saints dengan agregat 4-1, kemudian mengalahkan KuPS Kuopio dengan agregat 3-0.

Pada babak berikutnya, Sabah kalah 1-2 dari Aarhus pada leg pertama di Denmark.

Namun, Dambrauskas tidak melihat kekalahan tersebut sebagai pukulan yang menghancurkan kepercayaan diri tim.

“Bahkan kekalahan pada leg pertama di Denmark memberi kami lebih banyak kepercayaan diri daripada beberapa kemenangan,” ujarnya.

Sabah kemudian membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 pada leg kedua di Baku.

Drama lebih besar terjadi pada play-off melawan Hapoel Beer-Sheva. Sabah kalah 1-2 pada leg pertama, kemudian dua kali tertinggal pada leg kedua di Baku.

Pada menit ke-94, Tellur Mutallimov mencetak gol yang membuat skor menjadi 3-2 dan menjaga peluang Sabah. Dua gol tambahan pada perpanjangan waktu kemudian memastikan kemenangan 5-2 dan tiket ke fase liga Liga Champions untuk pertama kalinya.

Dambrauskas mengatakan kesuksesan Sabah memang tidak diperkirakan banyak orang. Bahkan di Azerbaijan, ada pihak yang meragukan klub tersebut mampu mencapai fase liga.

Namun, keyakinan di dalam klub berbeda. Dambrauskas mengatakan mereka percaya memiliki kualitas untuk melangkah jauh.

Kembali ke Inggris, Kali Ini sebagai Pelatih

Kini perjalanan Dambrauskas membawanya kembali ke Inggris.

Namun, ia tidak lagi datang sebagai pelatih yang sedang mencari kesempatan pertama. Ia datang sebagai pelatih yang telah membawa Sabah meraih gelar domestik dan menembus fase liga Liga Champions.

Dambrauskas mengatakan ia pernah bekerja bersama Manchester United Soccer Schools dan kini sejumlah mantan koleganya akan menyaksikan pertandingan dari tribun Old Trafford.

Hubungan dengan tempat tersebut membuat pertandingan ini memiliki dimensi personal.

Dambrauskas mengaku selalu memiliki keyakinan bahwa dirinya bisa mencapai level tersebut.

“Saya selalu memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa saya bisa melakukannya,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Debut

Pertandingan melawan Manchester United hanyalah salah satu bagian dari perjalanan Sabah di fase liga Liga Champions 2026/27.

Sabah juga dijadwalkan menghadapi Barcelona, Borussia Dortmund, Napoli dan Arsenal.

Bagi Dambrauskas, keberhasilan mencapai fase liga bukanlah tujuan akhir.

“Ini perjalanan yang menyenangkan, tetapi saya ingin perjalanan ini terus berlanjut,” katanya.

Ia berharap musim ini menjadi tonggak bagi Sabah dan membuka peluang lebih besar pada masa mendatang.

“Kami akan terus bekerja, terus belajar, dan terus bermimpi,” ujar Dambrauskas.

Dia menegaskan Sabah tidak ingin menjadi klub yang hanya muncul sesaat di panggung Eropa. Mereka akan menghormati semua lawan, tetapi tidak ingin takut kepada siapa pun.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Liga Champions 2026/27 Valdas Dambrauskas Sabah FC manchester united old trafford