INDARUNG, PADEK.JAWAPOS.COM—Perjalanan ke Asia Tenggara membawa Marlou Geraedts, perempuan asal Belanda berusia 24 tahun, ke Padang. Kedatangannya ke PT Semen Padang menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak keluarga yang terkait dengan sejarah awal berdirinya industri semen di Indonesia pada 1910.
Marlou merupakan generasi kelima dalam garis keturunan Jan Cornelis Veth atau yang dikenal sebagai Jan Veth, salah satu tokoh yang memiliki peran dalam sejarah awal berdirinya PT Semen Padang.
Garis keturunan Marlou berasal dari Cornelis Gerard, salah satu putra Jan Veth. Dari Cornelis Gerard, Marlou merupakan keturunan generasi keempat.
Cornelis Gerard merupakan saudara Bastiaan “Bas” Veth dan Franz Herman Veth. Ketiganya dikenal sebagai pendiri Firma Gebroeders Veth, perusahaan yang bergerak di bidang kopi dan kertas serta memiliki keterkaitan dengan permodalan pendirian Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM), yang kini dikenal sebagai PT Semen Padang.
Menariknya, Indonesia bukan tujuan awal Marlou dalam perjalanannya ke kawasan Asia Tenggara. Informasi dari sang ibu mengenai sejarah keluarga di Kota Padang kemudian mendorong perempuan tersebut datang ke Indonesia.
Cerita keluarga itu membuat Marlou ingin mengetahui lebih jauh peran leluhurnya dalam sejarah awal industri semen di Indonesia. Bukan hanya melalui cerita yang diwariskan antargenerasi, Marlou juga ingin melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan tersebut.
“Ibu saya bercerita mengenai sejarah keluarga kami di Indonesia. Karena itu, saya ingin kembali melihat sejarah keluarga saya dan memahami lebih jelas peran yang mereka miliki dalam pendirian PT Semen Padang. Ini merupakan bagian dari sejarah keluarga kami yang cukup kontroversial, dan karena itu saya ingin mempelajarinya lebih jauh,” kata Marlou, Senin (14/9/2026).
Menurut Marlou, sejarah tersebut menjadi sesuatu yang menarik sekaligus kompleks bagi keluarganya.
Karena itu, pemahaman yang lebih utuh diperlukan agar kisah tersebut tidak hanya bersandar pada cerita yang disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Saya ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu dan memahami sejarah tersebut dari sumbernya secara langsung,” ujarnya.
Kunjungan ke PT Semen Padang pada Senin (14/9/2026) menjadi bagian dari upaya Marlou memahami kembali sejarah keluarganya.
Dalam kunjungan tersebut, Marlou berkesempatan mendatangi sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perjalanan sejarah perusahaan, termasuk Pusat Kearsipan PT Semen Padang dan Pabrik Indarung I.
Bagi Marlou, kedatangan ke Padang membuat sejarah yang selama ini hanya dikenalnya melalui cerita keluarga menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara langsung. Perempuan asal Belanda itu mengaku senang mengunjungi tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan leluhurnya.
“Saya sangat senang bisa datang ke sini dan melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah keluarga saya. Saya juga senang dapat mengetahui bagaimana perjalanan Semen Padang selama 116 tahun dan bagaimana perusahaan ini berkembang hingga sekarang,” tuturnya.
Kunjungan tersebut mempertemukan Marlou dengan bagian dari sejarah keluarga yang selama ini ingin dipahaminya lebih jauh, sekaligus membawanya langsung ke tempat yang menjadi bagian dari perjalanan panjang PT Semen Padang.
dengan perjalanan sejarah perusahaan, termasuk Pusat Kearsipan PT Semen Padang dan Pabrik Indarung I.
Bagi Marlou, kedatangan ke Padang membuat sejarah yang selama ini hanya dikenalnya melalui cerita keluarga menjadi sesuatu yang dapat dilihat secara langsung.
Ia mengaku senang dapat mengunjungi tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan leluhurnya.
“Saya sangat senang bisa datang ke sini dan melihat langsung tempat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah keluarga saya. Saya juga senang dapat mengetahui bagaimana perjalanan Semen Padang selama 116 tahun dan bagaimana perusahaan ini berkembang hingga sekarang,” tuturnya.
Kunjungan tersebut sekaligus mempertemukan Marlou dengan bagian dari sejarah keluarga yang selama ini ingin dipahaminya lebih jauh, di tempat yang menjadi bagian dari perjalanan panjang PT Semen Padang.(*)
Editor : Hendra Efison