Dam Parit di Baruh Bukik Diserbu Anak-Anak, Jadi Wisata Lokal Gratis

Safrizal Putra • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:00 WIB
Keceriaan anak-anak bermain dan mandi di aliran Dam Parit Guguak Kubang, Jorong Baruh Bukik, Tanahdatar, yang menjadi wisata lokal gratis.
Keceriaan anak-anak bermain dan mandi di aliran Dam Parit Guguak Kubang, Jorong Baruh Bukik, Tanahdatar, yang menjadi wisata lokal gratis.

Kawasan persawahan Guguak Kubang di Jorong Baruh Bukik, Kenagarian Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, mendadak ramai dikunjungi warga. Bangunan Dam Parit yang sejatinya difungsikan untuk irigasi pertanian kini berubah menjadi destinasi wisata dadakan bagi masyarakat setempat.

Oleh: Safrizal Putra, Tanahdatar

Pemandangan anak-anak bersama orang tua mereka yang asyik bermain air dan berenang kini jamak terlihat di lokasi tersebut. Hamparan perbukitan hijau yang mengelilingi area persawahan turut menambah daya tarik visual kawasan itu, menjadikannya sarana rekreasi murah meriah.

Sejumlah warga tampak memanfaatkan momentum ini untuk berkumpul bersama keluarga. Tak sedikit dari mereka yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah untuk dinikmati di sekitar area Dam Parit sembari mengawasi anak-anak bermain air.

Secara teknis, pembangunan Dam Parit ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas. Keberadaannya dirancang untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian warga tetap terjaga secara berkelanjutan.

Dari Irigasi Pertanian Menjadi Ruang Rekreasi Warga

Meski fungsi utamanya adalah infrastruktur pertanian, daya tarik limpahan air yang jernih membuat anak-anak di Jorong Baruh Bukik sulit menahan diri untuk tidak menceburkan diri. Sarana ini pun menjelma menjadi arena bermain air alternatif bagi warga sekitar.

Bagi anak-anak setempat, kehadiran lokasi ini memberikan kegembiraan tersendiri karena mereka kini memiliki tempat berenang baru tanpa harus pergi jauh ke fasilitas pemandian komersial.

Kehadiran wisata dadakan ini disambut antusias oleh anak-anak, salah satunya Syifa (11). Ia mengaku sangat senang bisa menghabiskan waktu sorenya bersama teman-teman di tempat tersebut.

"Senang bisa mandi-mandi di sini. Biasanya untuk berenang harus ke kolam berenang, sekarang tidak lagi," ungkap Syifa saat ditemui di lokasi, Jumat (18/9/2026) siang.

Keriangan senada juga dirasakan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Keberadaan Dam Parit ini dinilai membantu menghemat pengeluaran keluarga untuk sarana hiburan harian.

Emi (41), salah seorang warga lokal, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya tempat rekreasi gratis di dekat permukiman mereka.

"Sangat bahagia. Karena tidak perlu keluar uang," ungkap Emi sembari tersenyum melihat anaknya asyik bermain air, Jumat (18/9/2026) siang.

Dari sudut pandang pemanfaatan infrastruktur, Pemerintah Nagari Andaleh Baruh Bukik mengonfirmasi bahwa dampak utama dari pembangunan Dam Parit ini sudah dirasakan langsung oleh para petani setempat.

Kepala Jorong Baruh Bukik, Andi Putra, menjelaskan bahwa pasokan air ke lahan persawahan warga kini jauh lebih optimal dibandingkan dengan kondisi sebelum adanya fasilitas tersebut.

"Manfaat Dam Parit itu sudah dirasakan masyarakat, sawah warga sudah teraliri semuanya. Biasanya menggunakan paralon, sekarang sudah ada irigasinya," terang Andi Putra kepada Padang Ekspres, Jumat (18/9/2026) siang.

Terkait maraknya aktivitas warga yang menjadikan bangunan fisik irigasi ini sebagai sarana rekreasi, pihak pemerintah jorong mengaku telah memantau fenomena tersebut melalui berbagai unggahan di media sosial.

"Guguak Kubang sudah jadi wisata dadakan oleh anak-anak, kita lihat dari postingan. Airnya juga bersih, jadi mandilah anak-anak itu di situ dan juga pergi main. Jadi tempat hiburan anak-anak, wisata lokal lah untuk warga setempat," tambah Andi.

Andi menjelaskan bahwa kebersihan air di Dam Parit ini terjaga karena bersumber langsung dari Gunung Sago melalui aliran Batang Sipuluik. Bebasnya aliran sungai dari sampah menjadi alasan utama mengapa air di lokasi tersebut terlihat bersih dan jernih.

Air Jernih, Keselamatan Tetap Jadi Perhatian

Pemerintah setempat menilai aktivitas mandi-mandi warga sejauh ini masih dalam batas wajar. Namun, faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama mengingat fungsi asli bangunan tersebut bukanlah kolam renang umum.

"Kita rasa itu tidak masalah, hanya saja saat air besar (hujan) baru dilarang karena situasi di sungai. Dari atas tidak ada sampah, makanya airnya bersih. Airnya dari Gunung Sago, Batang Sipuluik," jelasnya.

Pihak pemerintah nagari mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada dan memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di sekitar sungai. Pengawasan orang tua terhadap anak-anak sangat diharapkan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita imbau masyarakat untuk menjaga keselamatan karena mandi di sungai. Kalau cuaca cerah tidak apa-apa, tapi kalau hujan dihindari demi keamanan. Karena itu bukanlah tempat yang diperuntukkan untuk itu, karena masyarakat kita masih ada yang suka mandi ke sungai," imbaunya.

Saat ini, proyek pembangunan Dam Parit di Jorong Baruh Bukik tersebut telah selesai dikerjakan secara fisik. Pemerintah nagari beserta masyarakat kini tengah menunggu proses administrasi penyerahan resmi fasilitas tersebut.

"Dam Parit tersebut sudah selesai, saat ini menunggu serah terima," tutup Andi Putra.(***)

Editor : Hendra Efison
Dam Parit Baruh Bukik wisata lokal irigasi pertanian tanah datar