Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa paruh baya dan lansia di Jerman kini percaya bahwa usia tua dimulai di usia yang lebih tua dibandingkan anggapan sebelumnya.
Temuan terbaru ini didapatkan setelah menganalisis data dari 14.056 partisipan dalam Survei Penuaan Jerman.
Partisipan yang lahir antara tahun 1911 dan 1974 ini diwawancarai hingga delapan kali selama 25 tahun. Pertanyaan yang diajukan adalah "pada usia berapa seseorang bisa dikatakan tua?".
Para peneliti mewawancarai mereka pada tahun 1996 dan kemudian mewawancarai mereka lagi secara berkala dengan peserta baru yang bergabung dengan survei tersebut.
"Dengan cara ini, kami dapat menyelidiki, misalnya, apakah seseorang yang berusia 40 tahun pada tahun 2008 menganggap usia tua dimulai lebih lambat daripada seseorang yang berusia 40 tahun pada tahun 1996," kata Markus Wettstein, salah satu penulis studi dari Universitas Humboldt di Berlin, kepada Euronews Health.
Sebagai contoh, penelitian menemukan bahwa pada usia 65 tahun, partisipan yang lahir pada tahun 1911 percaya bahwa usia tua dimulai pada usia 71 tahun, sementara partisipan yang lahir pada tahun 1956 mengatakan usia tua dimulai pada usia 74 tahun.
Namun, tren orang yang percaya bahwa usia tua dimulai lebih lambat ini melambat dalam beberapa tahun terakhir. Para peneliti mengatakan tren ini mungkin tidak berlanjut di masa depan.
Temuan mereka diterbitkan dalam jurnal Psychology and Aging.
Usia Mempengaruhi Persepsinya
Para peneliti menemukan bahwa seiring bertambahnya usia seseorang, persepsi mereka tentang kapan usia tua dimulai juga ikut meningkat.
"Sebagai contoh, untuk orang berusia 64 tahun, perkiraan usia tua yang mereka rasakan dimulai pada 74,7 tahun, sedangkan untuk orang berusia 74 tahun, perkiraan usia tua yang mereka rasakan dimulai pada 76,8 tahun," tulis para peneliti dalam laporannya.
"Harapan hidup manusia meningkat, yang mungkin berkontribusi pada persepsi usia tua yang dimulai lebih lambat," kata Wettstein dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Euro News.
Selain itu, beberapa aspek kesehatan juga meningkat seiring waktu, sehingga orang pada usia tertentu yang dianggap tua di masa lalu mungkin tidak lagi dianggap tua di masa sekarang.
Wanita rata-rata juga menganggap usia tua dimulai dua tahun lebih lambat daripada pria.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah hasil yang mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke negara lain karena perbedaan budaya dalam cara orang memandang usia.
Namun, para peneliti menunjukkan bahwa tren tersebut masih ada meskipun dengan mempertimbangkan "faktor sosiodemografi, psikososial, dan kesehatan".
Para peneliti menyimpulkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mengapa ada persepsi bahwa usia tua dimulai lebih lambat dan implikasinya bagi kesehatan dan kesejahteraan di masa depan.(*)