Meskipun mungkin kamu enggan mengakuinya, mengeluh memang akan terasa menyenangkan bila sudah bercerita dengan orang terdekat.
Namun, jika kamu terlalu sering mengeluh, itu akan membuat perasaanmu semakin memburuk. Mungkin, kamu pernah merasa terjebak dalam lingkaran negatif, memikirkan hal yang mengganggu tanpa menemukan jalan keluar.
Terlalu banyak mengeluh dapat berbalik menjadi tidak produktif, tetapi menahan perasaan terus-menerus juga berisiko bagi kesehatanmu.
Kuncinya adalah menemukan keseimbangan sehingga mengeluh tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga membantu menemukan solusi yang tepat untuk masalahmu.
Lantas, apakah mengeluh itu baik untuk dirimu dan bisa menjadi terapi emosional? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari laman Verywell Mind pada Kamis (28/11/2024).
Sifat Dasar Mengeluh
Mengeluh adalah bagian dari pengalaman manusia yang unik. Sebagai bentuk penceritaan, mengeluh memungkinkan individu untuk merasa didengar, dipahami, dan diakui secara mendalam.
Mengapa Manusia Mengeluh?
Menurut Lauren Farina, LCSW, MSW, seorang psikoterapis dan CEO Invited Psychotherapy and Coaching, mengeluh itu melibatkan ekspresi verbal atas rasa sakit, ketidaknyamanan, atau keluhan manusia. Mengeluh juga memungkinkan adanya pelepasan emosi yang membantu individu mengurangi stres akibat penekanan emosi.
Dr. Mary Poffenroth, seorang biopsikolog, menjelaskan bahwa dorongan untuk mengeluh memiliki akar evolusi. Kelangsungan hidup manusia dan kerja sama sosial sangat bergantung pada kapasitas individu untuk mengekspresikan ketidakpuasan melalui keluhan.
Manfaat Mengeluh secara Bijak
Ketika dilakukan dengan terkendali, mengeluh dapat memberikan beberapa manfaat, seperti.
1. Pelepasan Emosional
Penelitian menunjukkan bahwa menahan emosi berdampak buruk bagi kesejahteraan manusia, seperti memicu gejala depresi, kelelahan, dan rendahnya harga diri.
Dengan mengeluh secara terarah, kamu bisa meredakan stres sekaligus meningkatkan kepuasan hidup dan hubungan interpersonal.
2. Pemecahan Masalah dan Perspektif Baru
Mengeluh dalam jumlah yang terkontrol dapat membantumu menemukan solusi. Aktivitas ini merangsang korteks prefrontal di otak, yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif, seperti perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dengan mengaktifkan bagian otak ini, kamu dapat berpikir lebih logis dan tidak hanya bertindak impulsif.
Selain itu, mengeluh juga dapat memunculkan dukungan dari orang lain yang memberikan sudut pandang baru. Hubungan emosional yang terjalin melalui proses ini juga membantu melindungimu dari stres.
3. Motivasi untuk Berubah
Emosi itu seperti marah atau frustasi yang diungkapkan melalui keluhan dan dapat menjadi pendorong perubahan.
Misalnya, jika kamu sering mengeluhkan beban kerja yang berlebihan, mungkin itu adalah sinyal untuk membicarakannya dengan atasanmu. (*)
Editor : Adetio Purtama