Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengeluh: Kebiasaan Buruk atau Baik? Ini Penjelasannya!

Wanda Andita Putri • Kamis, 28 November 2024 | 15:28 WIB

Iustrasi mengeluh.
Iustrasi mengeluh.
PADEK.JAWAPOS.COM--Kamu pasti pernah mengeluhkan sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana. Hampir sebagian besar manusia pernah melakukan itu.

Meskipun mungkin kamu enggan mengakuinya, mengeluh memang akan terasa menyenangkan bila sudah bercerita dengan orang terdekat.

Namun, jika kamu terlalu sering mengeluh, itu akan membuat perasaanmu semakin memburuk. Mungkin, kamu pernah merasa terjebak dalam lingkaran negatif, memikirkan hal yang mengganggu tanpa menemukan jalan keluar.

Terlalu banyak mengeluh dapat berbalik menjadi tidak produktif, tetapi menahan perasaan terus-menerus juga berisiko bagi kesehatanmu.

Kuncinya adalah menemukan keseimbangan sehingga mengeluh tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga membantu menemukan solusi yang tepat untuk masalahmu.

Lantas, apakah mengeluh itu baik untuk dirimu dan bisa menjadi terapi emosional? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari laman Verywell Mind pada Kamis (28/11/2024).

Sifat Dasar Mengeluh

Mengeluh adalah bagian dari pengalaman manusia yang unik. Sebagai bentuk penceritaan, mengeluh memungkinkan individu untuk merasa didengar, dipahami, dan diakui secara mendalam.

Mengapa Manusia Mengeluh?

Menurut Lauren Farina, LCSW, MSW, seorang psikoterapis dan CEO Invited Psychotherapy and Coaching, mengeluh itu melibatkan ekspresi verbal atas rasa sakit, ketidaknyamanan, atau keluhan manusia. Mengeluh juga memungkinkan adanya pelepasan emosi yang membantu individu mengurangi stres akibat penekanan emosi.

Dr. Mary Poffenroth, seorang biopsikolog, menjelaskan bahwa dorongan untuk mengeluh memiliki akar evolusi. Kelangsungan hidup manusia dan kerja sama sosial sangat bergantung pada kapasitas individu untuk mengekspresikan ketidakpuasan melalui keluhan.

Manfaat Mengeluh secara Bijak

Ketika dilakukan dengan terkendali, mengeluh dapat memberikan beberapa manfaat, seperti.

1. Pelepasan Emosional

Penelitian menunjukkan bahwa menahan emosi berdampak buruk bagi kesejahteraan manusia, seperti memicu gejala depresi, kelelahan, dan rendahnya harga diri.

Dengan mengeluh secara terarah, kamu bisa meredakan stres sekaligus meningkatkan kepuasan hidup dan hubungan interpersonal.

2. Pemecahan Masalah dan Perspektif Baru

Mengeluh dalam jumlah yang terkontrol dapat membantumu menemukan solusi. Aktivitas ini merangsang korteks prefrontal di otak, yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif, seperti perencanaan dan pengambilan keputusan.

Dengan mengaktifkan bagian otak ini, kamu dapat berpikir lebih logis dan tidak hanya bertindak impulsif.

Selain itu, mengeluh juga dapat memunculkan dukungan dari orang lain yang memberikan sudut pandang baru. Hubungan emosional yang terjalin melalui proses ini juga membantu melindungimu dari stres.

3. Motivasi untuk Berubah

Emosi itu seperti marah atau frustasi yang diungkapkan melalui keluhan dan dapat menjadi pendorong perubahan.

Misalnya, jika kamu sering mengeluhkan beban kerja yang berlebihan, mungkin itu adalah sinyal untuk membicarakannya dengan atasanmu. (*)

Editor : Adetio Purtama
#kebiasaan buruk #Mengeluh