Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Saka Kalpataru Kota Pariaman Gelar Aksi Bersih dan Pembuatan Ecobrick di Pantai Kata

ZikriNiati ZN • Jumat, 13 Desember 2024 | 15:05 WIB

Ecobrick di Pantai Kata Pariaman.
Ecobrick di Pantai Kata Pariaman.
PADEK.JAWAPOS.COM-- Konsep ecobrick adalah menggunakan dan mendaur ulang plastik bekas konsumsi dan membuatnya ramah lingkungan. Botol-botol plastik ini hanya dipadatkan oleh sampah plastik yang bersih dan kering.

Hal inilah yang dilakukan Saka Kalpataru Kota Pariaman usai membersihkan Pantai Kata, dengan pembuatan ecobrick, di Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Jum'at (13/12/2024).

Kegiatan ini menutup aksi kegiatan Saka Kalpataru 2024. Saka Kalpataru berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim & LH) Kota Pariaman, terbentuk sejak 2019 lalu.

Ketua Saka Kalpataru yang juga Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim & LH Kota Pariaman, Nofrizal, mengatakan kegiatan ini salah satu bentuk nyata kehadiran Saka Kalpataru dalam pelestarian lingkungan.

“Kita telah mengagendakan berbagai kegiatan untuk Saka Kalpataru ikut andil dalam pelestarian lingkungan, salah satunya adalah aksi bersih pantai yang kita lakukan hari ini, tetapi karena cuaca yang tidak mendukung, kita hanya membersihkan Pentas Pantai Kata dan sekitarnya saja,” ujarnya.

Nofrizal mengatakan bahwa plastik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Namun, dampak negatifnya terhadap lingkungan sangatlah serius.
Sampah plastik yang tidak terurai dengan cepat berkontribusi pada pencemaran sungai, tanah, dan udara.

“Kita juga memperkenalkan Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan sampah plastik dengan menerapkan dan melaksanakan salah satu dari bagian konsep 3R yakni Reuse adalah upaya menggunakan kembali barang atau sampah,” tuturnya.

Dirinya berharap Anggota Saka Kalpataru dari utusan sekolah SMA/SMK se derajat ini, dapat menjadi panutan dan teladan serta agent of change bagi rekan-rekan dan lingkungan sekitarnya, sehingga akan menularkan pelestarian lingkungan dan ilmu yang bermanfaat untuk itu.

Sementara, Pamong Putri Saka Kalpataru, Nur Indah Lestari mengatakan bahwa di tengah krisis limbah plastik ini, hadir solusi sederhana namun efektif, yaitu ecobrick.

“Contohnya, Reuse sampah plastik sebagai upaya ecobrick. Ecobrick menjadi salah satu upaya alternatif dan upaya kreatif untuk dapat mengelola sampah plastik dengan ramah lingkungan serta dapat diubah menjadi barang ataupun benda yang memiliki nilai guna dan mengurangi pencemaran,” ungkapnya.

“Ecobrick bertujuan agar dapat mengurangi sampah plastik dengan menggunakan botol plastik guna dapat dijadikan sesuatu yang lebih berguna. Dengan Ecobrick, dalam satu botol isi 600 ML, kita dapat memasukkan sampah plastik sebanyak 2,5 Kg, sehingga sangat efektif mengurangi sampah plastik di lingkungan kita,” terang Nur Indah. (*)

Editor : Hendra Efison
#sampah plastik #ecobrick #saka kalpataru #pantai kata