Para psikolog justru menemukan bahwa terlalu sering memamerkan hubungan di media sosial bisa membawa dampak negatif, baik untuk pasangan maupun lingkungan sekitar.
Dikutip dari laman Hack Spirit pada Jumat (21/2/25), berikut adalah delapan fakta mengejutkan tentang bahaya pamer kemesraan di media sosial.
1. Hubungan yang Dipamerkan Belum Tentu Bahagia
Psikolog menemukan bahwa pasangan yang sering memposting kemesraan justru berisiko mengalami ketidakstabilan dalam hubungan. Mereka mungkin merasa perlu membuktikan kebahagiaan mereka kepada orang lain, bukan karena benar-benar bahagia.
2. Bisa Jadi Tanda Ketidakamanan dalam Hubungan
Seseorang yang terus-menerus memamerkan hubungannya mungkin sebenarnya merasa tidak aman. Mereka membutuhkan validasi dari orang lain untuk meyakinkan diri bahwa hubungan mereka baik-baik saja.
3. Mengundang Kecemburuan dan Drama
Postingan yang terlalu sering tentang kemesraan bisa memicu kecemburuan di antara teman atau pengikut. Bahkan, dalam beberapa kasus, hal ini bisa memicu konflik dengan orang-orang di sekitar yang merasa hubungan mereka tidak seideal yang ditampilkan.
4. Rentan Terhadap Gangguan dari Pihak Ketiga
Semakin sering pasangan mempublikasikan hubungan mereka, semakin besar peluang munculnya pihak ketiga yang ingin mengganggu. Bisa berupa mantan yang kembali mendekat atau orang lain yang ingin mencoba menguji kesetiaan salah satu pasangan.
5. Bisa Merusak Privasi dan Keamanan
Terlalu sering berbagi detail hubungan di media sosial bisa mengurangi privasi. Informasi seperti lokasi kencan, kebiasaan, atau momen spesial bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
6. Menekan Pasangan untuk Selalu Tampil Sempurna
Ada tekanan sosial bagi pasangan yang sering pamer di media sosial untuk selalu terlihat bahagia. Ini bisa menciptakan stres, karena mereka merasa harus mempertahankan citra hubungan yang sempurna, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.
7. Bisa Memperburuk Konflik dalam Hubungan
Saat pasangan mengalami masalah, media sosial bisa menjadi tempat pelarian. Alih-alih menyelesaikan konflik secara langsung, mereka justru sibuk membuat postingan manis sebagai bentuk kompensasi, yang pada akhirnya justru menutupi masalah sebenarnya.
8. Hubungan Sejati Tidak Butuh Pengakuan Publik
Psikolog sepakat bahwa hubungan yang sehat dan bahagia tidak bergantung pada jumlah "like" atau komentar di media sosial. Justru, pasangan yang benar-benar bahagia cenderung lebih fokus pada interaksi nyata daripada pengakuan dari dunia maya.
Pamer kemesraan di media sosial memang tidak selalu buruk, tetapi jika dilakukan berlebihan bisa berdampak negatif. Yang terpenting adalah membangun hubungan yang kuat dan sehat di dunia nyata, bukan sekadar tampak sempurna di dunia maya.
Jadi, apakah kamu masih ingin sering memamerkan hubunganmu di media sosial? (*)
Editor : Hendra Efison