Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Kebiasaan yang Harus Kamu Lepaskan Jika Ingin Sukses, Menurut Psikologi

Suci Kurnia Putri • Senin, 10 Maret 2025 | 11:56 WIB

Ilustrasi ciri-ciri  orang sukses di tempat kerja.
Ilustrasi ciri-ciri orang sukses di tempat kerja.
PADEK.JAWAPOS.COM—Selama bertahun-tahun, kita mungkin merasa berjalan di tempat. Kita punya impian besar, menetapkan tujuan, dan bekerja keras, tetapi hasilnya tetap jauh dari harapan. Rasa frustrasi dan kelelahan pun kerap muncul.

Namun, sering kali masalahnya bukan terletak pada kurangnya usaha, melainkan kebiasaan yang tanpa sadar justru menghambat diri sendiri.

Dalam psikologi, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita lakukan, tetapi juga oleh apa yang kita lepaskan.

Dikutip dari laman Hack Spirit pada Senin (10/3/25), berikut adalah tujuh kebiasaan yang perlu kamu hentikan jika ingin mencapai kesuksesan sejati.

  1. Menunggu Momen Sempurna

Banyak orang menunda langkah besar karena merasa belum siap, menunggu waktu yang tepat, pengalaman yang cukup, atau rasa percaya diri yang lebih besar.

Padahal, kesempurnaan hanyalah ilusi. Jika kamu terus menunggu segalanya berjalan sempurna, kemungkinan besar kamu tidak akan pernah memulai.

Kesuksesan tidak datang karena momen ideal, tetapi karena keberanian untuk bertindak meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Ambil langkah kecil hari ini, karena satu-satunya waktu yang benar-benar kamu miliki adalah sekarang.

  1. Mencari Validasi dari Orang Lain

Sering kali, kita terlalu khawatir dengan pendapat orang lain. Ragu mengutarakan ide karena takut dikritik, atau mengatakan "ya" untuk sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan demi menyenangkan orang lain.

Kebiasaan ini hanya akan membuatmu lelah dan kehilangan jati diri. Carl Jung pernah berkata, “Hak istimewa terbesar dalam hidup adalah menjadi dirimu sendiri.” Jika kamu terus mencari validasi dari orang lain, berarti kamu tidak benar-benar hidup untuk dirimu sendiri.

  1. Takut Gagal

Ketakutan akan kegagalan sering kali menjadi penghalang terbesar. Banyak orang menolak kesempatan hanya karena takut mencoba sesuatu yang baru dan gagal.

Namun, kesuksesan bukan berarti tidak pernah gagal, melainkan bagaimana kita bangkit setelahnya. Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga yang akan membawamu lebih dekat ke tujuan. Jangan biarkan rasa takut membuatmu berhenti sebelum memulai.

  1. Menunda Pekerjaan Penting

Ada anggapan bahwa bekerja di bawah tekanan akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Padahal, sering kali itu hanya alasan untuk menunda.

Menurut psikologi, penundaan bukan sekadar masalah malas, tetapi lebih berkaitan dengan regulasi emosi. Kita menunda tugas karena ingin menghindari stres atau keraguan.

Solusi terbaik? Gunakan aturan dua menit, jika suatu tugas terasa berat, cukup mulai selama dua menit saja. Biasanya, setelah memulai, kamu akan terus melanjutkannya hingga selesai.

  1. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Melihat kesuksesan orang lain sering kali membuat kita merasa tertinggal. Media sosial memperburuk keadaan, melihat orang lain berkarier cemerlang, bepergian ke berbagai tempat, atau mencapai sesuatu yang kita impikan bisa membuat kita merasa tidak cukup baik.

Tapi kenyataannya, perbandingan adalah permainan yang tidak akan pernah dimenangkan. Selalu akan ada orang yang lebih sukses, lebih kaya, atau lebih berbakat.

Alih-alih fokus pada orang lain, bandingkan dirimu hanya dengan dirimu yang kemarin. Kemajuan kecil tetaplah kemajuan.

  1. Takut Dinilai Orang Lain

Ketakutan akan penilaian orang lain sering kali membuat kita ragu untuk bertindak. Banyak orang tidak berani berbicara di depan umum, menulis, atau mencoba hal baru karena takut dikritik.

Namun, kenyataannya, ketakutan di dalam pikiran kita sering kali lebih buruk daripada kenyataan. Kritik memang tak terhindarkan, tetapi bukan berarti harus menghentikan langkahmu. Fokuslah pada pertumbuhan dan tujuanmu sendiri.

  1. Bekerja Terlalu Keras tanpa Istirahat

Ada anggapan bahwa semakin keras bekerja, semakin cepat sukses. Namun, tanpa istirahat yang cukup, kerja keras justru bisa menjadi bumerang, menurunkan produktivitas dan menguras kreativitas.

Penelitian menunjukkan bahwa bekerja tanpa henti tidak selalu menghasilkan hasil terbaik. Kesuksesan tidak hanya soal bekerja lebih lama, tetapi juga lebih cerdas.

Beri dirimu waktu untuk beristirahat, menjaga keseimbangan, dan membiarkan ide-ide segar bermunculan.

Jika kamu merasa jalan di tempat, mungkin bukan karena kurang usaha, tetapi karena ada kebiasaan yang tanpa sadar menghambatmu. (*)

Editor : Adetio Purtama
#kerja keras #sukses #psikologi