Namun, ada pula ayah yang kehadirannya membekas kuat dalam ingatan anaknya, bukan karena pemberian hadiah mahal atau kata-kata bijak setiap hari, melainkan karena hal-hal sederhana yang dilakukan dengan hati.
Seperti yang dilansir dari laman Your Tango pada Kamis (10/4/2025), terdapat empat sifat langka yang membuat sosok ayah menjadi begitu istimewa dan tak terlupakan di mata anak-anaknya, menurut pandangan psikologi, berikut ulasannya.
1. Berpikir Sebelum Berkomentar
Kedengarannya sederhana, bukan? Tapi, berapa kali kamu menahan diri sebelum menjawab pertanyaan anak seperti, “Menurut Ayah, ini bagaimana?”
Ada perbedaan besar antara jujur secara blak-blakan dan jujur secara bijak. Penting untuk memahami alasan sebenarnya mengapa anak bertanya.
Bisa jadi, mereka hanya ingin tahu apakah Ayah bangga terhadap mereka, bukan ingin mendengar penjelasan panjang lebar soal filosofi hidup.
Hal ini dikuatkan oleh studi dalam Infant and Child Development yang menyebutkan bahwa cara orang tua menjawab dapat memengaruhi perasaan aman anak dalam mengutarakan pikirannya.
2. Terlibat dan Bermain di Level Anak
Pernah dengar ungkapan, “Laki-laki sejati bisa ikut pesta bersama putrinya?” Seorang ayah yang luar biasa tidak hanya bermain ketika itu adalah kegiatan yang ia sukai.
Ia rela membaca buku cerita yang membosankan berulang kali, menirukan suara Mr. Teddy dan Mr. Unicorn, bahkan membiarkan kukunya dicat atau rambutnya dikepang oleh anak perempuannya.
Menurut The Journal of Behavioral Development, momen-momen kecil seperti ini menciptakan kenangan yang mendalam bagi anak. Selain membentuk rasa percaya, hal itu memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak.
3. Memberi Teladan yang Baik
Seorang ayah menunjukkan cinta, kesabaran, dan empati bukan hanya pada keluarganya, tetapi juga kepada orang lain.
Ia tidak terpancing emosi di jalanan saat disalip, tidak merendahkan orang yang berbeda pendapat, dan tidak memaki mantan pasangan di hadapan anak-anaknya.
Mungkin semua ini terdengar sepele, tapi kenyataannya banyak orang dewasa yang saat emosi tak sempat berpikir bahwa perilaku mereka bisa melukai mental anak.
Seperti yang diungkapkan oleh American Psychological Association, penting untuk memberikan jeda beberapa detik sebelum bereaksi. Lima detik untuk menenangkan diri bisa membuat perbedaan besar.
4. Melindungi Anak dengan Serius
Ketika anak bercerita bahwa ada orang yang bersikap tidak pantas terhadapnya, respons pertama seorang ayah seharusnya bukan “Ah, mungkin kamu salah paham.”
Ayah yang baik akan mendengarkan, bertanya, lalu bertindak. Ayah akan langsung meyakinkan anak bahwa mereka tidak salah, dan berterima kasih karena telah berani bercerita. Ia memastikan bahwa hal serupa tidak akan terulang kembali.
Penting juga bagi seorang ayah untuk tidak mengabaikan sinyal ketidaknyamanan anak hanya karena pelakunya adalah teman atau kerabat dekat.
Mengajarkan sopan santun kepada anak memang penting. Namun, mereka tidak boleh dipaksa untuk memeluk atau mencium seseorang yang membuat mereka tidak nyaman.
Menghargai batas fisik dan ruang pribadi adalah bentuk perlindungan nyata seorang ayah. (*)
Editor : Adetio Purtama