Ketika seseorang terlihat menyenangkan secara visual, sering kali kita juga menilai bahwa ia bisa menjadi pasangan yang layak dipertahankan.
Inilah yang disebut dengan aesthetic-usability effect atau hubungan antaa daya tarik dan nilai guna. Namun, hal ini hanya bagian kecil dari keseluruhan cerita. Untuk membahas lebih dalam, simak ulasan berikut.
Seperti yang dilansir dari laman Your Tango, terdapat tiga sifat yang bisa membuat perempuan tampak tidak menarik di mata pria.
- Terlalu Sering Membicarakan Kekurangan dan Rasa tidak Percaya Diri
Saat merasa nyaman dengan seseorang, kita cenderung terbuka soal perasaan kita. Namun, terkadang yang kita ungkapkan justru rasa rendah diri atau pengalaman buruk di masa lalu.
Misalnya, terlalu sering mengatakan bahwa diri kita tidak menarik, bahwa kita selalu ditinggalkan, atau bahwa kita takut ditinggalkan lagi.
Memang wajar ingin berbagi perasaan kepada pasangan. Namun, jika kita sendiri terus-menerus menganggap diri tidak layak dicintai, pasangan bisa saja mulai melihat kita dengan cara yang sama.
Rasa tidak percaya diri yang terlalu sering diungkapkan bisa menjadi ramalan yang terwujud karena kita sendiri memberinya ruang.
Dalam hal kepercayaan diri, banyak ahli menyarankan untuk “pura-pura percaya diri dulu sampai akhirnya benar-benar merasa percaya diri”. Bukan berarti menutupi kekurangan, tapi juga bukan dengan terus-menerus mengeluhkannya.
Sebelum mengungkapkan rasa insecure, tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan saya membicarakan ini? Apakah saya sedang berharap mendapat pujian?
Jika ya, lebih baik sampaikan secara langsung atau tingkatkan kepercayaan diri lewat hal-hal positif. Kata-kata kita punya kekuatan maka gunakanlah dengan bijak.
- Memancarkan Energi Negatif
Wajah yang cemberut atau tanpa ekspresi sering kali dianggap sebagai cara agar terlihat kuat atau tidak mudah didekati.
Namun, kenyataannya hal ini bisa membuat seseorang tampak tidak ramah, bahkan menjauhkan orang lain. Beberapa orang merasa bangga dengan ekspresi wajah datar, tapi di balik itu sering kali tersembunyi rasa cemas, takut bersosialisasi, atau harga diri yang rendah.
Tersenyum adalah cara paling sederhana untuk meningkatkan daya tarik. Senyum memicu reaksi kimia dalam otak yang membuat kita merasa lebih bahagia, lebih mudah didekati, dan terlihat lebih menarik.
Di tengah dunia yang sering terasa berat, senyum bisa jadi angin segar. Cobalah tersenyum hari ini. Lihat bagaimana reaksi positif dari orang-orang di sekitarmu.
- Merasa Paling Tahu Segalanya
Ketertarikan biasanya muncul dari kecocokan, mulai dari nilai hidup, cara berkomunikasi, kesukaan, sikap, hingga penampilan.
Saat semua itu selaras, hubungan terasa menyenangkan. Namun, masalah bisa muncul jika ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang mengganggu.
Misalnya, mulai bersikap kurang perhatian, tidak menjaga kebersihan diri, merespons pesan secara tidak konsisten, atau tiba-tiba mengubah prioritas tanpa penjelasan.
Salah satu penyebab utamanya adalah sikap merasa lebih tahu dari orang lain. Saat kita terlalu mengedepankan pendapat sendiri dan tidak mau mendengarkan, hubungan akan terasa timpang.
Dalam hubungan yang sehat, saling menghargai dan terbuka untuk belajar dari satu sama lain jauh lebih menarik daripada sekadar menjadi yang paling benar. (*)
Editor : Adetio Purtama