Aktivitas sederhana seperti berjalan di taman, duduk di tepi danau, atau menikmati ruang hijau terbukti meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
Dilansir dari The New York Times dan Project EverGreen, penelitian ini melibatkan sekitar 20.000 responden di Inggris melalui survei Monitor of Engagement with the Natural Environment.
Hasilnya, peserta yang menghabiskan setidaknya 120 menit di luar ruangan setiap minggu melaporkan kondisi kesehatan dan kebahagiaan yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang beraktivitas di alam.
Penelitian yang dipimpin Dr. Mathew White dari University of Exeter itu menemukan bahwa dua jam per minggu merupakan durasi efektif bagi tubuh dan pikiran untuk memperoleh manfaat optimal.
“Yang mengejutkan kami adalah bahwa dua jam per minggu sudah cukup untuk membuat perbedaan nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan,” ujarnya dikutip dari Project EverGreen.
Hasil studi juga menunjukkan manfaat tersebut bersifat universal—tidak bergantung pada usia, jenis kelamin, atau status sosial ekonomi.
Baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan memperoleh efek serupa selama memiliki akses terhadap ruang hijau dan rutin menghabiskan waktu di alam terbuka.
Aktivitas di luar ruangan diketahui berperan dalam menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, paparan cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian yang penting bagi kualitas tidur dan energi harian.
Para peneliti menegaskan, manfaat tersebut tidak bergantung pada intensitas aktivitas. Berjalan santai, berkebun, atau duduk di taman kota sudah cukup memberi dampak positif bila dilakukan secara konsisten.
“Kuncinya bukan pada intensitas aktivitas, tetapi pada keberlanjutan dan interaksi dengan alam itu sendiri,” tulis laporan penelitian.
Baca Juga: Satpol PP Padang dan Dubalang Gagalkan Tawuran, Amankan 7 Sajam dan 2 Motor
Dr. White menambahkan, hubungan manusia dengan alam bersifat terapeutik. “Alam bukan pil yang bisa diminum kapan saja. Manfaatnya datang dari keterlibatan yang berkelanjutan dan kesadaran akan lingkungan di sekitar kita,” ujarnya.
Para ahli psikologi lingkungan menyarankan agar masyarakat mulai menambahkan waktu berada di alam dalam rutinitas harian, seperti berjalan kaki saat istirahat kerja atau berolahraga ringan di taman.
Bagi warga perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, taman kota dapat menjadi solusi sederhana untuk memenuhi kebutuhan waktu dua jam per minggu di ruang terbuka.
Studi ini juga mendorong pemerintah dan pengembang kota untuk memperluas akses ke ruang hijau publik. Aksesibilitas dinilai menjadi faktor penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat kesehatan dari interaksi dengan alam.(cc5)
Editor : Hendra Efison