Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Riset: Gen Z Makin Tinggalkan Alkohol, Kopi Jadi Tren Utama Anak Muda Padang

Muhammad Reza Bayu Permana • Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:36 WIB

Riset global menunjukkan Gen Z makin meninggalkan alkohol. Di Padang, anak muda beralih ke gaya hidup sadar dan budaya ngopi yang lebih sehat dan produktif. (Ilustrasi Chatgpt)
Riset global menunjukkan Gen Z makin meninggalkan alkohol. Di Padang, anak muda beralih ke gaya hidup sadar dan budaya ngopi yang lebih sehat dan produktif. (Ilustrasi Chatgpt)
PADEK.JAWAPOS.COM—Generasi Z di Padang tercatat semakin meninggalkan konsumsi alkohol dan beralih ke gaya hidup sadar (mindful living), berdasarkan laporan riset global yang mencatat penurunan signifikan konsumsi alkohol di kalangan anak muda.

Laporan dari lembaga riset Attest dan Knit menunjukkan sekitar 60 persen Gen Z jarang atau tidak mengonsumsi alkohol.

Pergeseran ini dipicu alasan kesehatan mental, produktivitas, hingga pertimbangan ekonomi.

Andre, 22 tahun, mahasiswa salah satu universitas negeri di Padang, menyebut pola hidup sadar menjadi pilihan mayoritas teman sebayanya.

“Saya lihat tren pesta minum di luar negeri, tapi itu tidak menarik. Saya tidak punya waktu untuk hangover,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan bahwa nongkrong di Padang lebih identik dengan diskusi.
“Buat kami, nongkrong itu ya diskusi, bukan hilang kesadaran,” katanya.

Riset yang sama mencatat 21,5 persen responden Gen Z memilih tidak mengonsumsi alkohol sepenuhnya. Alasan kesehatan mental menjadi faktor terbesar di balik keputusan tersebut.

Sarah, 24 tahun, freelancer asal Padang, menjelaskan istilah hangxiety sebagai penyebab utama ia dan rekan-rekannya menghindari minuman beralkohol.

“Minum alkohol mungkin senang sesaat, tapi bayarannya kecemasan dan mood berantakan. Itu tidak sepadan,” jelasnya.

Pertimbangan ekonomi turut memperkuat tren ini. Anak muda menilai alkohol sebagai pengeluaran tidak esensial.

“Dengan Rp20 ribu sampai Rp30 ribu saya bisa dapat es kopi susu enak, tempat nyaman dan WiFi. Lebih masuk akal,” kata Andre.

Perubahan perilaku ini sejalan dengan data NIDA (National Institute on Drug Abuse) di Amerika Serikat yang mencatat tren penurunan konsumsi alkohol sejak awal 2000-an.

Di Padang, fenomena ini justru memperkuat budaya ngopi. Kedai kopi modern dan warung kopi tradisional tumbuh pesat sebagai ruang diskusi, belajar, dan bekerja.

Dinda, 21 tahun, mahasiswi dan konten kreator, menyebut kopi sebagai bagian dari gaya hidup Gen Z.

“Kita butuh tempat buat tugas atau bikin konten. Kopi memfasilitasi semua itu tanpa bikin hilang kendali,” ujarnya.

Riset Jakpat mencatat 66 persen Gen Z Indonesia mengonsumsi kopi setiap hari.

Varian es kopi semakin populer, terutama di kota dengan iklim panas seperti Padang. “Es kopi susu itu segar dan estetik buat Instagram Story,” kata Dinda.

Studi GoodStats juga menunjukkan 33 persen Gen Z lebih sering minum kopi pada sore hingga malam hari.

Kondisi ini terlihat di deretan kafe Padang yang ramai oleh mahasiswa hingga larut. “Kami sering ngopi jam 9 malam untuk bahas proyek kuliah,” tambah Sarah.

Tren ini menunjukkan perubahan nilai sosial di kalangan anak muda. Gen Z menilai hidup sehat, produktif, dan sadar penuh lebih penting daripada mengikuti budaya minum alkohol. Di Padang, segelas kopi menjadi simbol pilihan hidup yang lebih terkontrol.(CR2)

Editor : Hendra Efison
#budaya ngopi #gaya hidup #penurunan alkohol #tren kopi #Gen Z Padang