Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

CEO Instagram Adam Mosseri: 16 Jam Main Media Sosial Belum Tentu Kecanduan Klinis

Mengki Kurniawan • Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:56 WIB

CEO Instagram sebut main medsos 16 jam sehari belum tentu disebut kecanduan. (Foto: Pinterest)
CEO Instagram sebut main medsos 16 jam sehari belum tentu disebut kecanduan. (Foto: Pinterest)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pernyataan Kepala Eksekutif Instagram, Adam Mosseri, memicu diskusi publik setelah ia menyebut penggunaan media sosial hingga 16 jam sehari tidak otomatis dapat dikategorikan sebagai kecanduan klinis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam persidangan di California, Amerika Serikat, yang membahas dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja.

Informasi mengenai pernyataan itu dilaporkan oleh BBC pada Sabtu (14/2/2026), sekitar 19 jam setelah sidang berlangsung.

Persidangan tersebut secara khusus menyoroti konsekuensi penggunaan platform digital dalam durasi panjang oleh pengguna usia muda.

Dalam jalannya sidang, Mosseri dihadapkan pada pertanyaan mengenai seorang remaja yang menghabiskan waktu hingga 16 jam per hari mengakses Instagram.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena durasi tersebut dinilai melampaui batas kewajaran aktivitas harian manusia.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mosseri mengakui bahwa penggunaan selama 16 jam terdengar seperti penggunaan yang bermasalah.

Namun, ia menolak secara langsung melabeli perilaku tersebut sebagai bentuk kecanduan atau adiksi secara klinis.

Mosseri menekankan pentingnya membedakan antara penggunaan yang dianggap berlebihan dengan kondisi kecanduan dalam pengertian medis.

Ia menyatakan bahwa klasifikasi kecanduan memerlukan indikator khusus yang berada dalam ranah profesional kesehatan mental.

Menurutnya, durasi penggunaan yang panjang tidak selalu memiliki dampak identik pada setiap individu karena dipengaruhi konteks aktivitas, kebutuhan personal, serta bagaimana teknologi tersebut memengaruhi fungsi sosial dan produktivitas pengguna.

Penilaian mengenai batas wajar penggunaan disebut sangat bergantung pada latar belakang masing-masing pengguna.

Baca Juga: Tradisi Balimau Minangkabau: Makna Budaya dan Persiapan Spiritual Sambut Ramadan

Pimpinan platform yang berada di bawah naungan Meta Platforms tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya bukan ahli adiksi.

Ia menegaskan bahwa diagnosis kecanduan merupakan kewenangan dokter atau psikolog klinis yang memiliki kompetensi dalam bidang tersebut.

Persidangan ini digelar untuk mengkaji dampak mendalam penggunaan media sosial terhadap remaja serta kemungkinan perlunya regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan pengguna di bawah umur.

Isu transparansi algoritma dan fitur pengingat waktu penggunaan turut menjadi perhatian dalam proses persidangan.

Hingga kini, Instagram disebut terus memperbarui fitur keselamatan guna meminimalkan potensi dampak negatif penggunaan berlebihan.

Diskusi mengenai batas penggunaan yang sehat diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya integrasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#dampak kesehatan mental #Adam Mosseri #CEO Instagram #kecanduan media sosial #sidang California