Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kenal Lebih Dekat dengan Mourt: Menjahit Luka jadi Dentuman Melodic Hardcore

Adetio Purtama • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:44 WIB
Band melodic hardcore asal Sumbar, Mourt, bersiap merilis album perdana yang ditargetkan rilis tahun ini. (DOKUMENTASI MOURT)
Band melodic hardcore asal Sumbar, Mourt, bersiap merilis album perdana yang ditargetkan rilis tahun ini. (DOKUMENTASI MOURT)

Band melodic hardcore asal Sumatera Barat, Mourt, terus mematangkan langkah mereka di industri musik independen Indonesia. Setelah melalui proses panjang sejak 2017, Mourt kini tengah fokus menyelesaikan album debut yang ditargetkan rilis pada 2026.

Laporan ADETIO PURTAMA, Padang--

Band ini resmi berjalan sebagai unit musik pada 2022. Namun, vokalis Mourt, Dody kepada Padang Ekspres mengungkapkan bahwa proyek tersebut sebenarnya telah dirintis secara embrionik bersama Iwan sejak 2017.

“Kami menghabiskan waktu cukup lama untuk mematangkan konsep sebelum akhirnya siap muncul ke permukaan,” ujar Dody.

Baca Juga: Menjaga Napas saat Bisnis Properti Mulai ”Sesak”

Dalam perjalanannya, Mourt kemudian melengkapi formasi dengan bergabungnya Rafki pada bass, Farel di gitar, dan Firman sebagai drummer. Sementara Dody mengisi vokal dan Iwan tetap berada di posisi gitar.

Menurut Dody, pemilihan personel dilakukan berdasarkan kesamaan visi musikal dan teknis agar seluruh materi yang dibawakan dapat dieksekusi secara maksimal. “Kami merasa ini adalah komposisi paling solid untuk mengeksekusi materi Mourt,” katanya.

Nama “Mourt” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Band tersebut mengambil referensi dari literatur yang menggambarkan kondisi emosional mendalam seperti duka dan penderitaan batin.

Baca Juga: Dari Keresahan ke Hardcore Beatdown, Giggle Bangun Identitas Musik yang Agresif

Bagi mereka, musik menjadi media untuk menyalurkan energi dari emosi tersebut menjadi karya yang terstruktur dan memiliki identitas kuat.

Secara musikal, Mourt memilih jalur melodic hardcore sebagai identitas utama mereka. Genre tersebut dipilih karena mampu menghadirkan perpaduan agresivitas dan kekuatan melodi dalam satu paket musik yang emosional.

“Kami membutuhkan vokal dan tempo yang agresif, tetapi tetap memerlukan melodi yang kuat untuk menjaga aspek estetika musiknya,” jelas Dody.

Baca Juga: Tokopedia & TikTok Shop Dorong Peningkatan Engagement Penjualan Digital Pelaku UMKM di Kota Padang

Dalam membangun karakter musik, Mourt banyak dipengaruhi band-band post-hardcore dan metalcore era awal 2000-an seperti Poison the Well, Misery Signals, serta Underoath. Sementara untuk pendekatan sound modern, mereka mengambil inspirasi dari Counterparts dan Capsize.

Sejauh ini, Mourt telah merilis sebuah intro dan satu single berjudul Living in Fear di berbagai platform digital. Karya tersebut menjadi standar awal yang mereka tetapkan sebelum masuk ke proyek yang lebih besar.

Seluruh lirik lagu Mourt berangkat dari pengalaman pribadi para personel. Mereka memilih menulis berdasarkan hal-hal yang benar-benar dialami agar emosi yang disampaikan di atas panggung tetap terasa autentik.

Baca Juga: Canduang Kotolaweh, Percontohan Layanan Kesehatan Nagari

“kami lebih memilih menulis apa yang kami pahami dan alami sendiri agar penyampaiannya tetap konsisten dengan emosi aslinya,” ungkap Dody.

Di balik proses kreatif itu, Mourt juga menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi produksi musik di tengah kesibukan masing-masing personel.

Meski begitu, mereka mengaku pengalaman tampil di Rock Aroma 2024 menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan band tersebut.

Baca Juga: Satpol PP Padang Bubarkan Empat Hiburan Malam, 14 Wanita Diduga Pemandu Lagu Diamankan

Menurut mereka, panggung tersebut menjadi parameter penting untuk mengukur sejauh mana kualitas musik Mourt dapat diterima di level nasional.

Di era digital saat ini, Mourt melihat platform digital sebagai sarana distribusi yang efisien untuk menjangkau lebih banyak pendengar. Namun demikian, mereka tetap menilai rilisan fisik memiliki nilai penting sebagai bentuk autentikasi karya dan standar profesionalisme sebuah band.

Mengenai perkembangan skena musik di Sumatera Barat, Mourt menilai pergerakan komunitas musik lokal saat ini sudah cukup positif dan menjadi ruang bagi musisi untuk saling menguji kualitas karya.

Baca Juga: Nagari Mesti Memiliki Data Akurat dan Komprehensif

“Fokus kami adalah bagaimana Mourt bisa terus memberikan kontribusi berupa standar produksi yang baik di dalam ekosistem ini,” kata Dody.

Mourt juga menilai bahwa untuk bisa bersaing di pasar nasional, sebuah band harus memiliki kualitas produksi rekaman yang baik serta manajemen konten yang terencana. Karena itu, mereka memilih fokus memperkuat fondasi internal sebelum melangkah lebih jauh.

“Kami ingin memastikan setiap lagu yang dirilis memiliki kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan di mana pun kami tampil,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Sambut Kajari Baru Indra Gunawan, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Saat ini, fokus utama Mourt sepenuhnya tertuju pada pengerjaan album debut yang disebut sebagai proyek paling ambisius mereka sejak band tersebut mulai dibangun pada 2017.

Album itu diharapkan menjadi pembuktian eksistensi Mourt sekaligus membuka jalan mereka menuju panggung musik nasional yang lebih luas. (*)

Editor : Adetio Purtama
#band asal Sumbar #band melodic hardcore #Mourt #band indie