Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perjalanan Band Hardcore Punk, Stage Youth: Konsisten Suarakan Isu Sosial

Adetio Purtama • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:28 WIB
Stage Youth, band hardcore punk asal Sumbar yang konsisten mengangkat isu sosial lewat musik, kini bersiap merilis album penuh dan kembali menggelar tur. (DOKUMENTASI STAGE YOUTH)
Stage Youth, band hardcore punk asal Sumbar yang konsisten mengangkat isu sosial lewat musik, kini bersiap merilis album penuh dan kembali menggelar tur. (DOKUMENTASI STAGE YOUTH)

STAGE Youth terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu band hardcore punk yang konsisten berkarya sekaligus menyuarakan berbagai isu sosial melalui musik. Band yang terbentuk pada penghujung 2021 itu kini tengah bersiap merilis album penuh berisi 12 lagu. Setelah album rampung, mereka juga berencana kembali menjalani tur untuk menyapa penikmat musik hardcore di berbagai daerah.

Laporan ADETIO PURTAMA, Padang--

Stage Youth lahir ketika situasi pandemi Covid-19 mulai mereda. Awalnya band ini hanya digawangi tiga personel, yakni Diva (drum), Tures (gitar), dan Brokeboi (vokal). Ketiganya telah lama saling mengenal karena tumbuh di skena musik hardcore yang sama di Sumatera Barat.

Sebelum membentuk Stage Youth, masing-masing personel telah memiliki pengalaman di sejumlah band lokal. Diva pernah bermain bersama Snail Machine dan Warehouse, Tures dikenal melalui band grunge Incident, sementara Brokeboi sebelumnya menjadi vokalis Bakteria, band hardcore punk asal Padang.

Baca Juga: Truk Fuso Gagal Nanjak di Sitinjaulauik, Jalur Padang-Solok Diberlakukan Buka Tutup

Keinginan membentuk band baru bermula dari ide Diva yang ingin kembali memainkan musik hardcore punk. Setelah berdiskusi, mereka mengajak Brokeboi bergabung. Formasi kemudian dilengkapi dengan masuknya Ryan sebagai gitaris kedua dan Baron sebagai basis.

Pada awal pembentukannya, band ini sempat menggunakan nama Criminal Attack. Namun, tidak lama kemudian nama tersebut diganti menjadi Stage Youth, usulan dari Diva yang akhirnya disepakati seluruh personel.

"Nama Stage Youth sebenarnya tidak memiliki makna khusus. Nama itu muncul begitu saja dalam obrolan kami dan akhirnya terasa cocok digunakan," ujar para personel.

Baca Juga: UNP Edukasi Orang Tua Cegah Kekerasan Seksual dan IMS, Pada Kegiatan PPUB di Nagari Batagak

Sejak awal, Stage Youth memang memilih jalur hardcore. Namun, perjalanan musikal mereka mengalami beberapa perubahan.

Mula-mula mereka memainkan musik bergaya 80's Hardcore Punk dengan referensi seperti Minor Threat. Dalam proses penulisan lagu, mereka sempat beralih ke subgenre D-beat Hardcore, sebelum akhirnya menemukan identitas yang dianggap paling sesuai, yakni Boston Youth Crew Hardcore.

Band-band seperti SS Decontrol, The Rival Mob, Firewalker, hingga Minority Unit menjadi referensi utama dalam membentuk karakter musik maupun penulisan materi Stage Youth.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Bekali 10 UMKM di Riau Lewat Go Global Academy, Siap Tembus Pasar Internasional

Menurut mereka, keputusan berpindah arah musikal dilakukan karena skena D-beat Hardcore sudah cukup banyak berkembang di Sumatera Barat, sehingga mereka ingin menawarkan warna yang berbeda.

Selain musik yang agresif, Stage Youth juga dikenal melalui lirik-lirik yang mengangkat pengalaman pribadi serta berbagai persoalan sosial.

Tema yang mereka angkat antara lain persoalan hak-hak warga, kekerasan terhadap masyarakat sipil, hingga isu kemanusiaan internasional seperti konflik di Palestina.

Baca Juga: Australia vs Mesir: Adu Strategi Tony Popovic dan Hossam Hassan Jadi Penentu Tiket 16 Besar

"Semua isu tersebut memang kami tuangkan langsung ke dalam materi lagu. Kami ingin musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki pesan," ungkap mereka.

Sudah Rilis EP dan Single

Hingga saat ini, Stage Youth telah memiliki sejumlah karya. Pada April 2023 mereka merilis EP bertajuk No Way Out yang berisi enam lagu. Tiga bulan setelahnya, mereka merilis dua demo berjudul F.A.G.H dan Attention Seeker.

Terbaru, pada April 2025 mereka memperkenalkan single Fight Back, yang semakin mengukuhkan karakter musik hardcore khas Stage Youth.

Baca Juga: Fauzana dan Ajo Buset Siap Guncang Panggung Hiburan Rakyat HJK Pariaman, Sabtu Malam di GOR Rawang

Dalam perjalanan kariernya, Stage Youth mengaku menghadapi berbagai tantangan. Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika mereka diundang tampil dalam sebuah acara kampus di Kota Padang.

Saat hendak memulai penampilan, aparat kepolisian menghentikan pertunjukan sehingga band tidak dapat melanjutkan penampilan sesuai rencana.

Menurut mereka, situasi saat itu berlangsung kondusif sehingga penghentian acara menjadi pengalaman yang paling diingat sepanjang perjalanan bermusik.

Baca Juga: PLN Hadirkan Listrik untuk Kebun Buah Naga di Solok, Panen Bisa Berlangsung Sepanjang Tahun

Sejak berdiri, Stage Youth telah tampil di berbagai kota seperti Padang, Pariaman, Bukittinggi, Solok, Payakumbuh, hingga Pekanbaru. Mereka juga pernah menggelar tur mandiri di sejumlah kota di Sumatera Barat dan Riau.

Salah satu panggung yang paling berkesan adalah saat tampil dalam konser amal Hands of Help yang digagas komunitas Invasion Crew untuk membantu korban banjir bandang di Tanahdatar pada 2024.

Dalam kegiatan tersebut, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga berdonasi berupa pakaian, bahan makanan, dan bantuan uang tunai.

Baca Juga: Pemko Padang Perkuat HAKI UMKM, Fadly Amran Pacu Target Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Gastronomi

"Bagi kami, hardcore bukan sekadar musik keras. Ada nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang selalu ingin kami bawa," ujar mereka.

Optimistis Menatap Masa Depan

Stage Youth menilai perkembangan platform musik digital memberikan peluang besar bagi musisi independen untuk mempromosikan karya mereka.

Meski demikian, mereka tetap mendorong penggemar membeli rilisan fisik karena dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap musisi independen yang harus mengeluarkan biaya besar untuk proses rekaman.

Baca Juga: Lomba Mural dan GSI Kota Pariaman 2026 Resmi Ditutup, Berikut Daftar Pemenangnya

Mereka juga berharap ekosistem musik di Sumatera Barat semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak musisi yang dikenal secara nasional maupun internasional.

Menurut mereka, selain kualitas karya, faktor jejaring atau koneksi menjadi salah satu kunci penting bagi musisi untuk menembus pasar yang lebih luas.

Ke depan, Stage Youth fokus menyelesaikan album penuh yang akan memuat 12 lagu. Beberapa materi telah memasuki tahap rekaman dan setelah perilisan album tersebut, mereka berencana kembali menjalani tur ke berbagai kota untuk memperkenalkan karya terbaru kepada para penikmat musik hardcore. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Stage Youth #band hardcore punk #band Sumbar #musisi #padang