Yakni, penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus Top 30 Global Chart di Spotify lewat lagu “You’ll Be in My Heart” — sebuah cover penuh emosi dari lagu legendaris Phil Collins yang awalnya dirilis sebagai soundtrack film Disney Tarzan pada 1999.
Lagu ini bukan sekadar daur ulang. Versi NIKI dirilis lewat proyek Spotify Singles pada 2022, dengan sentuhan khas budaya Indonesia berupa gamelan di latar musiknya.
Sentuhan inilah yang membuat versi tersebut terasa hangat, unik, dan penuh identitas. Lagu tersebut mengalami kebangkitan popularitas yang luar biasa setelah viral di TikTok pada awal 2025, dan hingga April 2025 telah mengumpulkan lebih dari 68 juta streaming di Spotify.
Karier Musik yang Dirintis Sejak Dini
Perjalanan musik NIKI dimulai jauh sebelum ia mendunia. Sejak usia 13 tahun, ia sudah menulis lagu sendiri dan tampil dalam berbagai kesempatan.
Pada 2014, ia sempat mencuri perhatian publik saat terpilih menjadi artis pembuka konser Taylor Swift dalam The Red Tour di Jakarta — sebuah momen monumental yang menjadi batu loncatan kariernya.
Berbekal mimpi dan kerja keras, NIKI hijrah ke Nashville pada 2017 untuk belajar musik dan akhirnya bergabung dengan label 88rising—rumah bagi talenta Asia ternama seperti Rich Brian dan Joji. Dari situ, ia mulai menelurkan karya-karya independen seperti Polaroid Boy dan Anaheim.
Debut albumnya, Zephyr (2018), menampilkan lagu hit “Vintage” yang memperkenalkan gaya R&B lembut ala 90-an, dipadukan dengan lirik personal. Setahun kemudian, ia merilis EP wanna take this downtown? yang menelurkan lagu “Lowkey” dan langsung viral.
Puncak pengakuan internasional mulai menguat ketika lagunya “Every Summertime” menjadi soundtrack film Marvel Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings pada 2021.
Lagu itu sukses besar, hingga mendapatkan Sertifikasi Emas dari RIAA, menjadikan NIKI sebagai salah satu wajah Asia Tenggara yang paling bersinar di dunia musik global.
Kebanggaan Budaya dan Pujian Internasional
Tak hanya soal suara dan musikalitas, NIKI juga dipuji karena keberaniannya membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.
Aransemen lagu “You’ll Be in My Heart” dengan unsur gamelan adalah bukti nyata bahwa musik tradisional bisa berpadu apik dengan produksi modern dan menyentuh hati pendengar lintas negara.
Media internasional seperti seasia.news menyoroti keberhasilan ini sebagai tonggak penting musik Asia Tenggara di kancah global.
Mereka menyebut NIKI sebagai “salah satu musisi paling berpengaruh dari kawasan ini” dan memuji kemampuannya menggabungkan kualitas vokal, penulisan lagu yang kuat, serta elemen budaya dalam satu karya yang utuh.
Musik Asia Tenggara Kini Mendunia
Pencapaian NIKI bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga kebanggaan bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Ia membuktikan bahwa musisi dari kawasan ini bisa sejajar dengan artis dunia, asalkan membawa keunikan, ketekunan, dan keberanian bereksperimen.
Dengan pencapaian ini, NIKI tidak hanya menorehkan sejarah sebagai artis Indonesia pertama di jajaran Top 30 Spotify Global Chart, tapi juga membuka jalan bagi generasi baru musisi tanah air untuk percaya: bahwa mimpi menembus panggung dunia bukan lagi angan-angan. Itu nyata. Dan NIKI sudah membuktikannya. (*)
Editor : Hendra Efison