
Oleh : Tommy TRD, Magister Ilmu Politik Universitas Andalas.
PADEK.JAWAPOS.COM-Apa kabar? Bertemu lagi melalui tulisan hari ini. Sebenarnya bukan pembahasan yang terlalu menarik untuk akhir pekan, namun mari kita coba bahas secara ringan.
Gate Keeper
Di dalam dunia politik, dikenal istilah gate keeper: penjaga pintu, penjaga gerbang. Belum bisa dipastikan negara mana saja yang memiliki konvensi seperti ini dalam sistem politik mereka, tetapi istilah gate keeper tidak asing dalam politik Amerika Serikat, dan juga Cina.
Pada buku yang bercerita tentang para Senator di zaman Kennedy, dijelaskan bahwa Amerika Serikat memiliki anggota-anggota kongres, senat, dan pimpinan partai politik yang memiliki peran sebagai gate keeper ini. Walaupun kekinian peran ini mulai terkikis.
Dalam politik AS, kaya saja tidak cukup untuk menjadi calon presiden, apalagi menjadi presiden.
Gate keeper inilah yang menjaga kekayaan Henry Ford, JP Morgan, T.E Edison sehingga tidak serta merta bisa “membeli” jabatan Presiden. Namun harus sosok yang memiliki rekam jejak, pengalaman, pengetahuan dan seabrek persyaratan lainnya.
Ditambah lagi sistem politik AS yang cenderung check power with power antara lembaga kepresidenan (eksekutif) dengan legislatifnya, masih ada harapan pada check and balances policy.
Cina, mungkin lebih keras lagi. Gate keeper di Cina adalah sistem, hierarki, merit. Walaupun tidak mungkin sempurna, tetapi jelas ada “ideologi” dalam memilih calon pemimpin.
Gita Wiryawan dalam sebuah forum diskusi pernah mengatakan kepandaian berjoget dan viralisme semata tidak akan mengantarkan seseorang ke kursi kepemimpinan di Cina.
Dua negara: AS dan Cina, memiliki dua ideologi, dua sistem politik yang berbeda, namun punya gate keeper masing-masing.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





