
Oleh: Ahmad Salman Farid, Dosen Media Komunikasi dan Penyiaran Islam di STAIN Mandailing Natal.
PADEK.JAWAPOS.COM-Ruang privat dalam pernikahan kita hari ini sedang dijajah oleh satu hal yang tampak ilmiah namun sesungguhnya destruktif, yaitu psikologi populer berdurasi enam puluh detik.
Kosakata klinis seperti gangguan kepribadian narsistik, manipulasi mental, hubungan beracun, hingga ikatan trauma yang dulunya merupakan diagnosis medis kompleks di ruang praktik psikiater, kini telah bermutasi menjadi bahasa pergaulan harian.
Celakanya, dalam komunikasi relasional, berbagai istilah tersebut tidak lagi berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami, melainkan sebagai senjata untuk menghakimi dan mencabut sisi kemanusiaan dari diri pasangan.
Media sosial menciptakan ilusi bahwa menonton konten video singkat setara dengan memperoleh literasi psikologi yang mendalam.
Ketika seorang kreator konten tanpa kredibilitas klinis merangkum masalah relasi manusia yang rumit ke dalam format daftar mudah cerna seperti tanda pasangan narsistik atau indikasi pasangan beracun, audiens merasa tercerahkan secara instan.
Fenomena ini melahirkan bahaya besar dalam komunikasi interpersonal berupa pemberian label sepihak tanpa analisis konteks yang utuh.
Sebagai contoh nyata, ketika pasangan sepulang kerja ingin diam sejenak karena kelelahan fisik dan mental, tindakan tersebut tidak lagi dibaca sebagai kebutuhan istirahat yang manusiawi.
Baca Juga: Gate Keeper vs Viralism Bubble
Kacamata psikologi populer di media sosial dengan cepat melabelinya sebagai perilaku menghindar atau pembungkaman emosional. Begitu pula ketika pasangan membela diri saat terjadi argumen, respons tersebut langsung divonis sebagai manipulasi atau sikap defensif yang merugikan.
Manusia dengan segala dinamika emosi dan kelelahan hidupnya dipangkas habis, sehingga pasangan tidak lagi dipandang sebagai manusia yang bisa salah, capek, atau terluka, melainkan direduksi menjadi kumpulan bendera merah dan label klinis semata.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





