Seri terbaru ini digarap oleh Supermassive Games, studio di balik Until Dawn dan The Quarry, menggantikan Tarsier Studios yang mengerjakan dua seri sebelumnya. Bandai Namco memastikan bahwa Little Nightmares III tetap mempertahankan atmosfer suram dan simbolisme khas waralaba ini.
Inovasi utama hadir lewat mode co-op dua pemain online, yang memungkinkan pemain menjelajahi dunia mimpi buruk bersama teman. Mode solo tetap tersedia, dengan karakter kedua dikendalikan oleh AI.
Dalam trailer terbaru, dua karakter utama bernama Low dan Alone berusaha melarikan diri dari dunia misterius bernama The Spiral—berisi wilayah bertema unik seperti gurun pasir, reruntuhan kota, dan boneka menyeramkan.
Supermassive Games menjelaskan bahwa setiap area menggambarkan bentuk ketakutan masa kecil berbeda seperti kesepian, kehilangan arah, dan rasa takut terhadap kekuasaan. Semua disajikan tanpa dialog, melainkan melalui ekspresi visual, musik, dan simbolisme emosional.
Menurut laporan Game Informer dan TechRadar, gim ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5, menawarkan pencahayaan dinamis, tekstur realistis, serta efek partikel detail yang memperkuat kesan imersif.
Produser eksekutif Bandai Namco, Lucas Roussel, menyebut Little Nightmares III sebagai “dunia baru yang terhubung secara spiritual” dengan dua gim sebelumnya. “Kami ingin pemain merasakan ketegangan dan emosi yang sama, tapi dalam pengalaman kolaboratif yang lebih personal,” ujarnya.
Demo gratis Little Nightmares III sudah tersedia untuk PC dan PS5, mendapat respons positif dari komunitas gamer berkat desain level dan interaksi karakter yang halus. Gim ini juga mendukung cross-play lintas platform dan menghadirkan Echoes Mode, berisi kisah pendek bertema mimpi buruk anak-anak di berbagai budaya.
Dengan visual menawan dan gameplay dua pemain inovatif, Little Nightmares III diyakini akan memperkuat posisi Bandai Namco di genre game horor co-op sinematik.(CC5)
Editor : Hendra Efison