Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nintendo Gandeng Sony Produksi The Legend of Zelda: Analisis Tren Ekspansi Waralaba Gim ke Layar Lebar

Rafiul Refdi • Selasa, 4 November 2025 | 21:25 WIB

Nintendo dan Sony berkolaborasi adaptasi The Legend of Zelda menjadi film live-action, menandai tren ekspansi besar industri gim ke dunia sinema global. (foto: Backstage)
Nintendo dan Sony berkolaborasi adaptasi The Legend of Zelda menjadi film live-action, menandai tren ekspansi besar industri gim ke dunia sinema global. (foto: Backstage)
PADEK.JAWAPOS.COM—Nintendo resmi mengumumkan adaptasi The Legend of Zelda ke format film live-action, bekerja sama dengan Sony Pictures Entertainment.

Pengumuman ini disampaikan melalui Nintendo Official Press Release dan dikutip oleh Variety, menandai kolaborasi besar antara dua raksasa hiburan dunia.

Langkah ini menjadi tonggak baru bagi Nintendo setelah kesuksesan luar biasa The Super Mario Bros. Movie (2023) yang mencatat pendapatan global lebih dari 1,3 miliar dolar AS.

Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi perusahaan asal Kyoto itu untuk memperluas waralaba ke ranah perfilman dengan lebih percaya diri.

Kolaborasi Besar: Nintendo dan Sony

Film The Legend of Zelda akan disutradarai oleh Wes Ball, kreator trilogi The Maze Runner dan sutradara Kingdom of the Planet of the Apes (2024).

Dari pihak Nintendo, Shigeru Miyamoto—pencipta Zelda sekaligus tokoh penting di balik Super Mario—akan menjadi produser bersama Avi Arad dari Arad Productions, sosok di balik berbagai adaptasi film Marvel.

Sony Pictures akan menangani distribusi global, sementara Nintendo tetap memegang kendali penuh atas supervisi kreatif dan estetika visual dunia Hyrule.

Menurut The Hollywood Reporter, keputusan untuk menjadikan proyek ini live-action, bukan animasi, diambil agar dapat menghadirkan skala epik dan atmosfer petualangan yang autentik.

Mengapa The Legend of Zelda Layak Diadaptasi

The Legend of Zelda bukan sekadar gim legendaris. Sejak dirilis pertama kali pada 1986, seri ini telah terjual lebih dari 150 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya salah satu waralaba terlaris dalam sejarah gim video.

Dunia Hyrule, karakter Link dan Zelda, serta narasi heroik melawan Ganondorf telah membentuk fondasi budaya populer selama hampir empat dekade.

Menurut analisis IGN dan GameSpot, adaptasi Zelda ke layar lebar menghadirkan tantangan besar: membangun dunia fantasi kompleks dengan karakter multi-dimensi tanpa kehilangan identitas khas gim.

Visualisasi lanskap, ras, dan makhluk mistis menjadi elemen penting yang menentukan kesuksesan proyek ini.

Tren Global: Gim Jadi Sumber Cerita Sinema

Keputusan Nintendo bukan langkah tunggal. Dalam lima tahun terakhir, Hollywood mengalami lonjakan adaptasi gim video, dari The Last of Us (HBO) hingga Sonic the Hedgehog (Paramount).

Data dari Statista (2024) menunjukkan bahwa pasar film berbasis gim kini bernilai lebih dari 12 miliar dolar AS, dengan tren peningkatan setiap tahun.

Keberhasilan The Super Mario Bros. Movie menunjukkan bahwa penggemar tidak hanya mencari nostalgia, tetapi juga narasi baru yang memperluas semesta cerita gim.

Dengan Zelda, Nintendo dan Sony berpotensi mengulangi formula sukses tersebut—memadukan teknologi visual modern, kekuatan naratif klasik, dan basis penggemar global yang besar.

Reaksi Publik dan Komunitas

Pengumuman film ini langsung memicu gelombang besar di media sosial. Berdasarkan data SocialBlade, tagar #ZeldaMovie dan #LinkLiveAction menempati posisi teratas tren global hanya beberapa jam setelah rilis.

Banyak penggemar menyambut antusias, namun sebagian mengungkap kekhawatiran mengenai akurasi adaptasi karakter dan pemilihan pemeran.

Nintendo menegaskan akan berhati-hati dalam proses produksi. Dalam wawancara bersama Nikkei Asia, Shigeru Miyamoto menyebut proyek ini sebagai “perjalanan panjang yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” memastikan kesetiaan terhadap jiwa dan mitologi Zelda.

Outlook: Film Penentu Masa Depan Nintendo

Proyek The Legend of Zelda kini berada dalam tahap awal pengembangan skenario. Deadline melaporkan bahwa proses pra-produksi diperkirakan berlangsung lama mengingat kompleksitas dunia yang dibangun. Sejumlah analis memperkirakan film ini baru akan tayang antara akhir 2027 hingga 2028.

Lebih dari sekadar adaptasi, film Zelda menjadi simbol pergeseran besar dalam strategi Nintendo—dari produsen gim menjadi pemain utama di industri hiburan global. Jika berhasil, langkah ini bisa membuka jalan bagi waralaba lain seperti Metroid atau Donkey Kong untuk menyusul ke layar lebar.

Dengan kombinasi warisan budaya populer, kolaborasi dua studio raksasa, dan minat pasar yang tinggi, The Legend of Zelda berpotensi menjadi salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah adaptasi gim video.(Rafiul Refdi/CC5)

Editor : Hendra Efison
#industri film live action #The Legend of Zelda film #ekspansi waralaba gim #Nintendo Sony Pictures