Nama Bin Ocean mulai mencuri perhatian sebagai solois pendatang baru di skena musik Sumatera Barat. Meski terbilang baru, perjalanan bermusiknya telah dimulai sejak bangku sekolah menengah pertama (SMP), saat ia aktif memainkan musik dan meng-cover lagu bersama sahabatnya. Seperti apa ceritanya?
Adetio Purtama, Padang--
Ketertarikannya pada dunia musik berawal dari dorongan sederhana. Ia mengaku sempat percaya dengan anggapan bahwa kemampuan bermusik bisa membuat seseorang dikenal luas.
Keyakinan itu kemudian menjadi pemicu semangatnya untuk terus menekuni musik hingga akhirnya memutuskan serius merintis karier pada akhir 2025.
Momentum penting dalam perjalanan kariernya terjadi pada Desember 2025, saat ia merilis single perdana berjudul I Wish I Had a Home. Lagu tersebut lahir dari sebuah proses yang ia anggap tidak terduga, sekaligus menjadi wujud dari manifestasi pribadinya untuk menciptakan karya sebelum menyelesaikan pendidikan kuliah.
Baca Juga: Mengenal Band Rock, Xu Calm: Lahir dari Filosofi “Suka Latihan Malam”
Perjalanan awalnya sebagai solois juga tidak lepas dari pertemuan yang terbilang spontan. Ia menceritakan, awal mula proses kreatifnya dimulai dari ajakan seorang rekannya, Qholib, untuk bermain catur di sebuah kedai kopi di Padang. Di tempat itu, ia bertemu dengan Brian Rahmattio yang kemudian menjadi sosok penting dalam perjalanan bermusiknya.
Dari perbincangan santai tersebut, Bin Ocean menyebut, keesokan harinya mereka langsung menggarap lagu I Wish I Had a Home. Brian Rahmattio tidak hanya membantu dalam proses produksi musik, tetapi juga berperan sebagai mentor yang membimbingnya dalam meniti langkah awal di industri musik.
Nama panggung “Bin Ocean” sendiri memiliki makna personal. “Bin” diambil dari nama dirinya, sementara “Ocean” terinspirasi dari musisi idolanya, Frank Ocean. Ia mengaku sangat terpengaruh oleh karya-karya Frank Ocean, terutama lagu Self Control dari album Blonde, yang menurutnya memiliki kedalaman emosi yang kuat.
Baca Juga: Melirik Kinerja PT BPR Sipora Mentawai: Catatkan Rp27,79 Miliar, Bukukan Laba Rp735 Juta
Dalam bermusik, Bin Ocean saat ini mengusung genre pop sebagai strategi awal untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Namun, ia menegaskan bahwa ke depannya akan mengeksplorasi genre lain seperti alternative/indie serta R&B/soul, tanpa meninggalkan unsur pop dalam karyanya.
Selain Frank Ocean, ia juga terinspirasi oleh musisi seperti Rex Orange County dan Daniel Caesar, serta band legendaris Oasis. Pengaruh dari para musisi tersebut mendorongnya untuk menciptakan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memiliki “jiwa” dan kedalaman emosi.
Hingga saat ini, Bin Ocean telah merilis dua single, yakni I Wish I Had a Home dan Feeling Blue. Kedua lagu tersebut merupakan hasil refleksi dari pengalaman pribadi, yang ia tuangkan dalam lirik penuh nuansa emosional.
Baca Juga: Inter vs Roma: Marotta Turun Tangan Amankan Scudetto dari Trauma Piala Dunia
Lagu I Wish I Had a Home sendiri bercerita tentang kisah cinta yang tidak terungkap—tentang seseorang yang menyimpan perasaan kepada sahabatnya, namun memilih untuk tidak mengungkapkannya. Lagu ini mengangkat tema “hopeless romantic”, dengan harapan bahwa jika tidak bisa bersama di kehidupan sekarang, mungkin takdir akan mempertemukan mereka di kehidupan lain.
Sebagai musisi muda, tantangan terbesar yang ia hadapi saat ini adalah membagi waktu antara dunia musik dan pendidikan, mengingat ia masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir. Untuk sementara, ia juga belum aktif tampil di panggung dan memilih fokus pada proses produksi karya.
Di sisi lain, ia menilai perkembangan platform digital sangat membantu musisi baru untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri. Menurutnya, media digital menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan karya tanpa harus bergantung pada jalur konvensional.
Baca Juga: Al Ittihad vs Al Hazm: Kondisi Tim, Cedera Al-Shehri dan Klasemen Terkini
Terkait skena musik di Sumatera Barat, Bin Ocean melihat adanya perkembangan positif dengan munculnya musisi-musisi baru yang membawa warna berbeda. Namun, ia menilai dukungan terhadap musisi masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal media, relasi, dan keterlibatan penyelenggara iven.
Ia juga berharap musisi di Sumatera Barat dapat terus saling mendukung dan menghindari persaingan yang tidak sehat, agar ekosistem musik lokal semakin kuat dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Saat ini, Bin Ocean tengah mempersiapkan proyek album perdananya. Album tersebut rencananya akan mengangkat tema relasi, percintaan yang emosional, serta dinamika pertemanan, dengan sentuhan unsur Minangkabau sebagai identitas lokal.
Baca Juga: Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja di PN Surabaya Tetap Berjalan
“Semoga musik Sumbar bisa dikenal hingga ke luar negeri, dan bisa membawa romantisme Kota Padang lewat karya-karya kami,” ujarnya. (*)
Editor : Adetio Purtama