Dan 2,4 persen atau setara 4.534.744 jiwa untuk kategori pernah pakai dengan rentang usia 15-64 tahun. Melihat data tersebut diharapkan semua komponen masyarakat ikut bergerak dan terlibat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dengan demikian maka diyakini akan mampu menurunkan angka prevelensi dan mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Ekos Albar dalam arahannya saat membuka Penyuluhan Anti Narkoba di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Senin (27/11).
Ia melanjutkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini tidak hanya di perkantoran tapi sudah menyebar hingga pelosok desa/kelurahan. Untuk mencegahnya, maka diperlukan ketahanan yang kuat dari desa/kelurahan untuk menanggulangi permasalahan narkoba.
Dan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menjadikan desa/kelurahan sebagai garda terdepan untuk mewujudkan Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba. Di Kota Padang sendiri, Pemko Padang telah menunjuk tiga kelurahan sebagai percontohan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Tiga kelurahan tersebut yakni Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Kelurahan Batugadang, Kecamatan Lubukkilangan dan Kelurahan Lambungbukik, Kecamatan Pauh.
Tiga kelurahan tersebut, sebut wawako, sudah dilakukan pembinaan oleh Pemko Padang bekerja sama dengan PT Semen Padang.
Untuk tahun-tahun selanjutnya, Pemko Padang akan menambah kelurahan pencontohan dan bahkan menjadikan seluruh kelurahan di Kota Padang sebagai kelurahan yang bersih narkoba.
Tak hanya itu, wawako juga menekankan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Padang harus bersih dari narkoba. Untuk mengecek bersih dari narkoba ini perlu dilakukan tes urin. Untuk itu, Pemko Padang mengharapkan dukungan dari DPRD Padang dan stakeholders terkait.
“Tes urine ini kan berbiaya. Jadi program ini perlu penganggaran di DPRD agar bisa terlaksana. Karena itu, kita butuh dukungan anggota DPRD Padang,” jelasnya.
“Bersih dari narkoba dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Dan juga ASN Kota Padang. Kita bersama stakeholders terkait akan terus berupaya melakukan pencegahan, sehingga peredaran narkoba di Kota Padang dapat ditekan,” tegas wawako.
Pada kesempatan itu, wawako mengapresiasi Polresta Padang yang telah meluncurkan Kampung Tangguh, Kampung Bebas Narkoba di Kecamatan Rawang. “Insya Allah, Kampung Tangguh ini akan menjadi duta Sumbar ke tingkat nasional,” ucap Wawako.
Terakhir, ia juga mengapresiasi kegiatan penyuluhan narkoba yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Padang bekerja sama dengan LAN Kota Padang ini dalam upaya pemberantasan, penyalahgunaan narkoba di Kota Padang.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang Tarmizi Ismail mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari 27-28 November. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan kesadaran akan bahaya narkoba bagi masyarakat dan generasi muda Kota Padang.
Penyuluhan ini diikuti sebanyak 330 peserta terdiri dari bundo kanduang, tokoh masyarakat, lurah, kecamatan, LAN, MUI, Muhammadiyah, komite peduli perempuan, NU, FKUB, Kepala SMA/SMK, KNPI, Karang Taruna, BEM serta OSIS.
“Pada penyuluhan ini kita mendatangkan narasumber Wawako Padang, Polresta Padang, BNN Sumbar, Dinkes, Yayasan Suci Hati, LAN, Badan Kesbangpol Padang,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Padang Yandri mengharapkan dukungan para orang tua, ninik mamak, bundo kanduang dan elemen masyarakat dalam menjaga dan membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba.
“Melalui penyuluhan ini, diharapkan dapat semakin menguatkan tekad kita untuk menjadikan Padang sebagai kota bersih narkoba,” ujar anggota DPRD Padang ini.
Ia menambahkan, sebagai anggota dewan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemko Padang dan unsur terkait lainnya dalam upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Padang. (eri) Editor : Novitri Selvia