Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BPSDM Komdigi dan Indosat Latih ASN Muda Kuasai Kecerdasan Artifisial untuk Reformasi Pelayanan Publik

Hendra Efison • Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:30 WIB

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komdigi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyelenggarakan pelatihan kecerdasan artifisial bagi ASN muda.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komdigi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyelenggarakan pelatihan kecerdasan artifisial bagi ASN muda.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyelenggarakan pelatihan kecerdasan artifisial (AI) bagi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) muda.

Kegiatan bertema “Next-Gen ASN: Leading with AI” ini bertujuan membekali ASN dengan keterampilan strategis dan praktis untuk mempercepat reformasi sektor pelayanan publik berbasis teknologi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Boni Pudjianto, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pemerintah.

“Di era perkembangan teknologi saat ini, kecakapan digital bukan lagi opsi, melainkan keharusan. Karena itu, kami menggandeng para ahli seperti Indosat untuk membekali ASN dengan kompetensi teknologi terkini,” ujarnya, Selasa (30/9/2025) lalu.

Sementara itu, Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komdigi, menegaskan bahwa ASN muda harus siap menjadi garda terdepan dalam transformasi digital birokrasi.

“Kita harus bisa beradaptasi, berinovasi, dan menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan teknologi ini. Para ASN muda adalah generasi yang akan memimpin birokrasi di era digital,” katanya.

Penyelenggaraan pelatihan ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam UU No. 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045.

Pemerintah menempatkan AI dan Big Data sebagai pilar utama dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju konsep smart government.

Teknologi ini digunakan untuk merumuskan strategi, mengukur kinerja berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU), serta memastikan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.

Hasil survei PwC (2024) memperkuat urgensi tersebut. Sebanyak 76% pekerja di Indonesia percaya bahwa generative AI akan meningkatkan efisiensi kerja dalam 12 bulan ke depan, dan lebih dari 50% melihatnya sebagai peluang untuk memperoleh keterampilan baru.

Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapan ASN menghadapi era digital.

“Indosat Ooredoo Hutchison mendukung penuh inisiatif Komdigi dalam membekali ASN dengan kecakapan AI. Kesiapan aparatur negara dalam memanfaatkan teknologi ini akan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta transformasi digital global,” ungkapnya.

Pelatihan mencakup pengenalan konsep dasar AI, prompt engineering, serta strategi peningkatan produktivitas kerja.

Materi disampaikan oleh pakar dari mitra global Indosat seperti Google dan McKinsey, dengan penekanan pada etika dan tata kelola AI guna memastikan akuntabilitas serta transparansi dalam pemerintahan.

“Sebagai bagian dari tujuan besar memberdayakan Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison siap menjadi mitra pemerintah dalam menyiapkan ASN unggul dan siap AI demi pelayanan publik yang adaptif dan berkualitas,” tutup Reski.(*)

Editor : Hendra Efison
#Prompt Engineering #kecerdasan artifisial #transformasi digital pemerintahan #BPSDM Komdigi #ASN muda