Indeks Nikkei (.N225) sempat menguat hingga 4,3% ke level 47.734,04 setelah Takaichi mengalahkan Shinjiro Koizumi dalam pemilihan kepemimpinan Partai Liberal Demokrat pada Sabtu (4/10/2025). Kemenangan ini memicu ekspektasi stimulus fiskal baru di Jepang.
Yen melemah terhadap dolar AS, turun sekitar 1,8–1,9 persen ke kisaran ¥150 per dolar. Pelemahan harian terbesar dalam beberapa bulan pada mata uang Jepang tersebut.
Data pasar menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) hingga akhir tahun turun menjadi sekitar 41 persen dari sekitar 68 persen pada Jumat.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bergerak campuran: imbal hasil jangka panjang naik, sementara imbal hasil jangka pendek turun seiring pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ.
Morgan Stanley MUFG Securities menilai kekhawatiran investor terhadap kemungkinan ekspansi fiskal ekstrem atau tekanan politik terhadap BOJ “overblown”, dan menilai posisi Takaichi “appears closely aligned” dengan pendekatan hati-hati Gubernur BOJ Kazuo Ueda terhadap normalisasi kebijakan.
"Nikkei berada di jalur untuk mencapai level tertinggi 48.000 pada akhir tahun, tetapi karena Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP, indeksnya pun melonjak mendekati level tersebut," kata Hitoshi Asaoka, kepala strategi di Asset Management One.
Pasar menyambut baik kebijakan belanja pemerintahannya, tapi apakah ia dapat mencapai tujuan itu belum pasti. Nikkei diperkirakan akan terkoreksi sekali sebelum akhir tahun.
Sebagian besar pasar saham utama di Asia tutup karena libur nasional, termasuk China daratan, Korea Selatan, dan Taiwan.
Hong Kong’s Hang Seng turun sekitar 0,7 persen menjelang libur pada Selasa, sementara indeks acuan Australia turun 0,1 persen pada volume perdagangan yang tipis.
Dalam perdagangan global, emas mencapai rekor mendekati $4.000 per ons, terakhir berubah tangan di sekitar $3.927, sementara bitcoin menembus rekor di $125.653,32.
Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama, memanfaatkan pelemahan yen. Kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,3 persen setelah indeks saham utama AS mencatat rekor pada akhir pekan lalu.(*)
Editor : Heri Sugiarto