Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Drill Tsunami 5 November 2025 Jadi Momentum Nasional Kesiapsiagaan Bencana di Padang

Heri Sugiarto • Selasa, 28 Oktober 2025 | 07:44 WIB

BNPB dan Pemko Padang kolaborasi gelar Drill Tsunami 2025 untuk memperkuat kesiapsiagaan warga di delapan kecamatan rawan.(Foto: Pemko)
BNPB dan Pemko Padang kolaborasi gelar Drill Tsunami 2025 untuk memperkuat kesiapsiagaan warga di delapan kecamatan rawan.(Foto: Pemko)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar simulasi gempa bumi dan tsunami berskala besar bertajuk “Drill Tsunami 2025” pada 5 November 2025. Kegiatan ini akan melibatkan lebih dari 200 ribu warga dari delapan kecamatan yang dinilai paling rawan terhadap bencana.

Delapan kecamatan tersebut meliputi Bungus Teluk Kabung (6 kelurahan), Koto Tangah (11 kelurahan), Nanggalo (6 kelurahan), Padang Barat (10 kelurahan), Padang Selatan (11 kelurahan), Padang Timur (3 kelurahan), dan Padang Utara (7 kelurahan).

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Dr. apt. Rustian, menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi yang berpotensi tsunami.

Ia mengimbau pemerintah daerah untuk terus mengedukasi masyarakat melalui simulasi dan penyebaran informasi di berbagai media.

“Pemda harus melaksanakan kegiatan simulasi dan memberikan informasi secara rutin agar masyarakat paham langkah penyelamatan,” ujar Rustian dalam arahannya kepada wartawan, Senin (27/10/2025).

Rustian menambahkan, latihan bersama diperlukan untuk memastikan jalur dan tempat evakuasi berfungsi dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dengan pemerintah daerah dalam upaya menjaga keselamatan bersama.

“Sebagian besar masyarakat tinggal di zona merah. Karena itu, semua pihak harus berkolaborasi demi keselamatan warga sebagai hukum tertinggi,” tegasnya.

Rustian mengingatkan bahwa gempa bumi dapat memicu tsunami, likuifaksi, serta bencana turunan lain yang berpotensi mematikan. Hingga kini, belum ada alat yang mampu mendeteksi tanda-tanda bencana secara langsung.

Sementara itu, Pemko Padang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Drill Tsunami 2025 dengan dukungan penuh BNPB. Kegiatan ini diharapkan menjadi simulasi terbesar yang pernah digelar di Kota Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menargetkan simulasi berjalan lancar dan aman tanpa insiden. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif. “Kami berharap partisipasi semua pihak agar simulasi berjalan sukses tanpa kecelakaan,” ujar Fadly.

Kolaborasi BNPB, Pemko Padang, dan masyarakat pada Drill Tsunami 2025 ini diharapkannya menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman gempa dan tsunami di masa datang.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #zona rawan tsunami #Rustian #gempa bumi #pemko padang #simulasi bencana #tsunami #Drill Tsunami 2025