Rapat tersebut diikuti oleh pendamping PKH dari seluruh kecamatan di Kota Padang. Dalam arahannya, Maigus Nasir menekankan pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial agar program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan tepat sasaran.
“Pembaruan data penerima harus dilakukan secara berkala agar program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran. Kita harus pastikan bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Maigus.
Ia menambahkan, tujuan utama program bukan hanya memperbaiki data, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Tujuan kita bukan hanya memperbaiki data, tapi juga memperbaiki kehidupan masyarakat. Kita ingin warga miskin bisa bangkit dan mandiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza, melaporkan bahwa angka kemiskinan di Kota Padang menunjukkan tren penurunan.
“Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 3,83 persen, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4,26 persen. Ini menunjukkan bahwa program-program pengentasan kemiskinan mulai memberikan hasil yang nyata,” jelas Yenni.
Rapat tersebut juga membahas langkah lanjutan dalam penanganan kemiskinan ekstrem, di antaranya melalui program perbaikan rumah tidak layak huni serta pemberdayaan ekonomi bagi keluarga kurang mampu agar dapat mandiri secara berkelanjutan.
Yenni menegaskan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan sesuai target RPJMD 2025–2029, yaitu mencapai 2,71 persen pada tahun 2029.
“Melalui rapat ini, Pemko Padang menegaskan komitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan sesuai target RPJMD,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto