Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prabowo Janji Huntara Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Rampung Sebulan

Aris Prima Gunawan • Jumat, 19 Desember 2025 | 10:25 WIB

SAPA WARGA: Presiden RI Prabowo Subianto menyapa warga terdampak bencana di tenda pengungsian di Salarehaie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kemarin (18/12).
SAPA WARGA: Presiden RI Prabowo Subianto menyapa warga terdampak bencana di tenda pengungsian di Salarehaie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kemarin (18/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) bakal selesai dalam waktu sebulan.

Dia juga menambahkan pemerintah akan melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) dengan kualitas yang layak.

“Saya melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun. Bisa selesai sebulan supaya bapak-bapak dan ibu-ibu tidak perlu tinggal di tenda,” ujar Prabowo saat meninjau kondisi pengungsi di Posko SD Negeri 05 Kayupasak, Palembayan, Kabupaten Agam, kemarin (18/12).

Adapun huntap direncanakan memiliki luas sekitar 70 meter persegi. “Kualitasnya cukup baik,” tambahnya.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, total 117 unit huntara direncanakan dibangun. Sebanyak 84 unit berada di satu lokasi terpusat.

Sementara sisanya tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain Salarehaie, Matua, dan Palupuah. Saat ini, pendataan dilakukan secara rinci dengan sistem by name by address untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Masyarakat diminta menandatangani pernyataan agar tidak ada rumah yang sudah dibangun tetapi tidak ditempati. Verifikasi dilakukan bersama jorong dan wali nagari,” jelasnya.

Benni menambahkan, warga yang tidak ingin kembali ke kampung asal dan memiliki lahan sendiri juga dapat mengajukan permohonan pembangunan rumah di lokasi tersebut.

Pembangunan bisa dilakukan secara mandiri dengan pendanaan pemerintah, meskipun tidak bersifat komunal.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara di Kabupaten Limapuluh Kota telah dimulai sejak 15 Desember.

Sebanyak 60 kepala keluarga menjadi sasaran tahap pertama dengan model kopel atau barak. Setiap barak berisi lima unit sehingga tahap awal ditargetkan membangun 12 barak.

Di Kota Padang, warga terdampak banjir bandang mulai menempati huntara Kampung Nelayan, Koto Tangah. Sebanyak 80 unit rumah berukuran 6 x 6 meter disiapkan lengkap dengan fasilitas dasar.

Sementara itu, dari Agam, Prabowo melanjutkan peninjauan ke Padangpariaman dan Lembahanai untuk memastikan pemulihan infrastruktur, termasuk Jembatan Bailey yang telah selesai dibangun.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Palembayan, Kabupaten Agam menjadi prioritas perhatian pemerintah arena termasuk kawasan dengan tingkat kerusakan yang cukup signifikan akibat bencana.

Ia menegaskan, pemerintah turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta dukungan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Terima kasih kepada BNPB, Basarnas, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta saudara-saudara kita yang terus bergotong royong membantu di lapangan,” pungkas Prasetyo.

HKI Percepat Pengerjaan Jalan Lembahanai

Terpisah, Direktur Utama Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Aji Prasetyanti mengatakan terus berupaya mempercepat penyelesaian proyek pengerjaan Jalan Lembahanai di Kabupaten Tanahdatar yang sempat terputus dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.

“HKI mengusahakan agar ruas jalan yang vital ini dapat segera diakses kembali dengan aman,” kata Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti di Kota Padang, Kamis.

Aji Prasetyanti memastikan percepatan penanganan jalan yang menghubungkan Provinsi Sumbar dan Provinsi Riau tersebut tetap mengutamakan dan mengedepankan aspek keselamatan kerja, serta kualitas pekerjaan di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.

Sejak banjir bandang dan tanah longsor menghantam Jalan Lembahanai yang menyebabkan akses serta mobilitas masyarakat putus total, HKI sudah bekerja keras selama 20 hari.

Kepolisian bersama pemerintah setempat telah melakukan uji coba fungsional Jalan Lembahanai bagi kendaraan roda dua, roda empat serta truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini untuk mempercepat pemulihan serta mobilitas warga di Ranah Minang.

“HKI optimistis mampu menyelesaikan penugasan ini dengan optimal dan mengutamakan aspek kualitas dan keselamatan kerja,” ujarnya.

Pendataan Dokter

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata tenaga dokter di fakultas kedokteran, baik yang berada di tiga provinsi terdampak maupun daerah lain.

Pendataan tersebut untuk menyaring tenaga dokter yang bersedia menjadi sukarelawan di lokasi bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

“Sampai saat ini kami mendapati ada 1.568 dokter dan internship di seluruh Indonesia yang berkenan membantu posko-posko di tiga provinsi yang terdampak itu,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto kemarin.

Pihaknya tengah menyiapkan detail pemberangkatan para tenaga medis tersebut. Rencananya, mereka akan dijadwalkan bertugas secara bergilir dua minggu sekali di daerah bencana.

“Jadi, per dua minggu mereka akan dikirim. Mungkin satu kali pengiriman itu 500 sampai 600 orang. Kita juga perlu memahami mereka barangkali lelah ya. Kalau lebih dari dua minggu kan kasihan. Nah, itu kita tukar lagi,” paparnya.

Selain itu, terdapat pula 1.020 tenaga kesehatan yang berkeinginan menjadi relawan di lokasi bencana. Sistem penugasannya pun sama, yakni digilir setiap dua minggu.

Disinggung soal waktu pengiriman, Brian mengaku masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan yang memiliki posko kesehatan di lokasi bencana, termasuk koordinasi dari BNPB terkait kekurangan SDM kesehatan dan lokasi penempatannya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga mengirim 402 relawan berkapasitas insinyur ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pengiriman relawan ini untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum di lokasi bencana.

“Sebenarnya pengiriman ini karena kami merasakan kurang personel untuk mengawal dan mencatat kerusakan yang terjadi agar bisa segera dibangun,” papar Menteri PU Dody Hanggodo. (lyn/mia/idr/zam/ttg/jpg/ptr/apg/ant)

Editor : Novitri Selvia
#huntara #Lembahanai #jembatan bailey #SD Negeri 05 Kayupasak #prabowo subianto #Aji Prasetyanti #Palembayan Agam #Hutama Karya Infrastruktur