Peninjauan dilakukan untuk memastikan bangunan dan instalasi listrik aman digunakan pascapulihnya sistem kelistrikan.
Fasilitas yang dicek meliputi rumah sakit, tempat ibadah, dan sekolah. PLN memastikan proses penyalaan kembali listrik dilakukan sesuai prosedur keselamatan.
Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, mengatakan pemulihan listrik dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keamanan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat meninjau Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang.
“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah dalam posisi aman. Tidak bisa kita hidupkan begitu saja karena masih ada potensi bahaya akibat genangan air,” ujar Dony.
Ia mengapresiasi dedikasi jajaran direksi dan seluruh personel PLN yang tetap berada di lapangan selama proses pemulihan. Menurutnya, kerja tim menjadi kunci percepatan layanan pascabencana.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan perusahaan mengerahkan personel teknis sekaligus melibatkan jajaran direksi untuk memimpin langsung pemulihan pasokan listrik.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan publik kembali berjalan cepat dan aman.
“Ini merupakan keseriusan kami membantu pemulihan pascabencana. Kami memastikan pasokan listrik ke pelanggan dilakukan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Darmawan.
Selain pemulihan kelistrikan, PLN menyalurkan bantuan melalui program BUMN Peduli ke sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah.
Di Aceh Tamiang, peninjauan dipimpin Komisaris Independen PLN Yazid Fanani bersama jajaran direksi lainnya di Masjid Besar Al Huda dan RSUD Muda Sedia.
Sementara di Langsa dan Takengon, direksi PLN memastikan masjid, rumah sakit, dan sekolah aman dialiri listrik kembali.
PLN juga menggelar kerja bakti pembersihan fasilitas umum serta pemeriksaan instalasi listrik untuk mendukung pemulihan layanan publik secara berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison