Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komisi IV DPR RI Apresiasi Gerak Cepat Mentan Amran Tangani Banjir di Sumatera

Adetio Purtama • Rabu, 14 Januari 2026 | 20:37 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera.
Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera.
PADEK.JAWAPOS.COM—Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Gerak cepat tersebut dinilai sangat membantu petani serta masyarakat yang terdampak banjir besar di tiga provinsi tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, dalam Rapat Kerja terkait Upaya Pemulihan Sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Pascabencana yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Titiek menyampaikan terima kasih atas keterlibatan aktif dan semangat gotong royong seluruh pihak, khususnya Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Kehutanan, dalam penanganan darurat bencana banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan, baik moril maupun materil. Terima kasih kepada Menteri Pertanian, Menteri KKP, dan Menteri Kehutanan yang telah bergotong royong dalam tanggap darurat bencana banjir,” ujar Titiek.

Apresiasi serupa disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Aceh, T.A. Khalid. Ia mengaku bangga melihat kehadiran negara melalui aksi nyata Kementerian Pertanian sejak masa tanggap darurat bencana.

“Saya melihat langsung pergerakan Kementerian Pertanian saat kondisi masih darurat. Bantuan langsung dikirim ke Aceh, begitu juga dengan dukungan dari KKP dan Kementerian Kehutanan,” ungkap Khalid.

Khalid secara khusus memuji respons cepat Mentan Amran dalam menjamin ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat terdampak banjir. Ia menyebut distribusi beras berjalan cepat meskipun dalam situasi darurat.

“Saya tengah malam menelepon untuk pengeluaran beras, dan Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti. Bencana kami parah, tapi stok pangan aman. Itu luar biasa,” katanya.

Dukungan juga datang dari Rahmat Saleh, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Dapil Sumatera Barat. Ia mengapresiasi kehadiran langsung Menteri Pertanian ke daerah terdampak serta penyaluran bantuan pangan dalam jumlah besar.

“Waktu itu Pak Menteri sedang sakit, tapi tetap menyatakan komitmen membantu ribuan ton beras dan minyak goreng. Itu menjadi penguat moral bagi masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar Dapil Aceh, Ilham Pangestu, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Mentan Amran terkait penambahan anggaran rehabilitasi sektor pertanian di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, pemulihan lahan pertanian, khususnya sawah yang tertutup sedimentasi lumpur, membutuhkan penanganan cepat dan dukungan anggaran memadai agar kembali produktif.

“Kita ingin pemulihan di Aceh bisa cepat dan sejalan dengan cita-cita Presiden untuk swasembada pangan. Jika penambahan anggaran memang dibutuhkan, saya sangat setuju. Yang penting aksinya segera,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan sejak masa tanggap darurat, baik melalui bantuan reguler, nonreguler, maupun program Kementerian Pertanian Peduli.

“Kami menyiapkan beras tiga kali lipat dari kebutuhan di tiga provinsi terdampak. Selain itu, bantuan dari jajaran Kementerian Pertanian dan mitra berhasil dihimpun hingga Rp75 miliar,” ungkap Mentan Amran.

Ia juga memastikan penguatan koordinasi lapangan dengan menurunkan langsung tim teknis sejak hari pertama bencana. Setiap provinsi didampingi oleh dua pejabat Eselon I untuk memastikan bantuan tersalurkan cepat dan tepat sasaran.

“Sejak bencana terjadi, pagi harinya tim kami sudah berada di lapangan. Pendampingan terus dilakukan sampai hari ini,” jelasnya.

Untuk pemulihan jangka menengah dan panjang, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran Rp1,49 triliun dari APBN 2026 serta mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun guna mempercepat rehabilitasi sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk rehabilitasi lahan sawah senilai Rp3,4 triliun, rehabilitasi perkebunan Rp456,4 miliar, bantuan benih hortikultura Rp19,1 miliar, pakan ternak Rp262,8 miliar, penyediaan sarana dan prasarana Rp674,7 miliar, serta rehabilitasi bangunan dan sarana pendukung lainnya sebesar Rp291 miliar.

“Kebutuhan ini untuk pemulihan pertanian secara menyeluruh di wilayah terdampak. Di sisi lain, program prioritas pertanian berkelanjutan tetap harus berjalan. Kami mohon dukungan Komisi IV DPR RI agar pemulihan pascabencana bisa dipercepat,” tutup Mentan Amran. (*)

Editor : Adetio Purtama
#rehabilitasi sawah bencana #Kementan 2026 #banjir #lahan pertanian rusak Sumbar #komisi iv dpr ri