Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan distribusi BBM tetap berjalan meski sejumlah akses jalan terputus akibat longsor.
“Akses di Kabupaten Bener Meriah banyak yang putus. Karena itu, pembelian BBM bersubsidi diberi keringanan secara manual untuk mempermudah masyarakat dan mencegah panic buying,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Wahyudi menjelaskan distribusi ke wilayah terisolasi, seperti Desa Uning Mas di Kecamatan Pintu Rime Gayo, dilakukan dengan sistem estafet menggunakan mobil tangki berkapasitas kecil, kendaraan double cabin 4x4, serta jerigen dan drum.
Suplai BBM juga diperkuat melalui hub suplai di Blang Rakal. BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe dengan truk tangki 16 kiloliter (KL) dipindahkan ke armada 8 KL sebelum disalurkan ke desa-desa. “Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” kata Wahyudi.
BPH Migas melaporkan kebutuhan biosolar di Provinsi Banda Aceh pada 2025 mencapai 428.324 KL, sedangkan Pertalite mencapai 576.147 KL. Selama masa bencana akhir November–Desember 2025, konsumsi BBM meningkat sekitar 8% namun masih berada di bawah kuota nasional.
Ia juga mengapresiasi PT Pertamina Patra Niaga yang menjalankan pemulihan pasokan melalui transportasi udara, laut, dan darat.
“Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab penuh menormalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh,” ujarnya.
Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menilai kondisi lapangan berangsur pulih meski beberapa akses masih tertutup.
Menurutnya, keringanan pembelian BBM selama tanggap darurat harus dimanfaatkan sesuai aturan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumbagut Sunardi memastikan stok BBM aman, dengan persediaan biosolar untuk 5 hari dan Pertalite 5,6 hari.
Skema distribusi estafet disebut berhasil mempercepat pemulihan energi di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Saat ini, delapan unit mobil tangki 16 KL dan sepuluh unit mobil 8 KL mengalirkan BBM ke empat SPBU di Bener Meriah dan empat SPBU di Aceh Tengah.
“Suplai sudah menutup 85% kebutuhan normal Bener Meriah dan 75% di Aceh Tengah. Jika akses membaik, distribusi akan kembali normal langsung dari Depot Lhokseumawe,” ujarnya.
BPH Migas mengimbau masyarakat tetap memanfaatkan kebijakan sementara sesuai ketentuan hingga masa tanggap darurat berakhir pada 22 Januari 2026.(*)
Editor : Hendra Efison