BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana 20–21 Januari 2026
Hendra Efison• Rabu, 21 Januari 2026 | 17:11 WIB
BNPB mencatat banjir dan angin kencang di sejumlah daerah pada 20–21 Januari 2026, ribuan KK terdampak di Jabar, Jatim, dan NTB. BNPB mencatat bencana banjir dan angin kencang terjadi di sejumlah daerah Indonesia pada 20–21 Januari 2026 dengan ribuan kepala keluarga terdampak.
PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 20 Januari 2026 hingga 21 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bencana yang terjadi masih didominasi hidrometeorologi basah, seperti banjir dan angin kencang.
“Berdasarkan pemantauan Pusdalops BNPB, kejadian bencana didominasi banjir dan angin kencang di beberapa wilayah,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi BNPB pada Rabu (21/1/2026).
Banjir dilaporkan kembali melanda Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026).
BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir disebabkan jebolnya tanggul penahan air Kali Citarum sepanjang 8 meter.
Sebanyak 553 kepala keluarga terdampak akibat luapan air yang masuk ke permukiman warga.
Petugas BPBD terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk pendataan dan distribusi logistik, sementara belum ada laporan pengungsian hingga Selasa (20/1/2026).
Banjir juga terjadi di dua kelurahan di Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026) pukul 04.00 WIB akibat hujan deras.
Sebanyak 112 kepala keluarga atau 142 jiwa terdampak, dan kondisi banjir dilaporkan telah surut pada Selasa (20/1/2026).
Di Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Pasuruan pada Selasa (20/1/2026) pukul 13.00 WIB.
BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan banjir merendam 17 desa di empat kecamatan dengan total 3.455 kepala keluarga terdampak.
Rinciannya, 1.735 KK di Kecamatan Winongan, 578 KK di Kecamatan Grati, 567 KK di Kecamatan Gondangwetan, dan 575 KK di Kecamatan Rejoso.
Hingga Rabu (21/1/2026) pagi, banjir masih menggenang dengan ketinggian 15 hingga 60 sentimeter.
Masih di Jawa Timur, hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
BPBD Situbondo mencatat pohon tumbang di empat titik Jalan Raya Besuki yang menyebabkan kemacetan serta 36 unit rumah terdampak.
Angin kencang juga melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/1/2026).
BPBD Kota Mataram melaporkan delapan rumah terdampak, tiga rumah rusak ringan, satu rusunawa rusak berat, serta tiga lapak pedagang terdampak.
Sebanyak tiga kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana, memantau informasi resmi, serta mengikuti instruksi pihak berwenang,” kata Abdul Muhari.(*)