Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prakiraan BMKG 22–26 Januari 2026: Hujan Lebat Mengintai Sumatera, Jawa, Bali, NTB dan NTT

Heri Sugiarto • Kamis, 22 Januari 2026 | 22:10 WIB

BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.(Foto: BMKG)
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.(Foto: BMKG)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Wilayah yang meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami intensitas hujan meningkat menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi resmi dari BMKG,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (20/1).

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebutkan beberapa faktor teknis yang memengaruhi cuaca sepekan ke depan. Salah satunya adalah Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.

Pergerakan sistem 97S ke arah barat meningkatkan pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara, memicu pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan.

Selain itu, Monsun Asia yang menguat hingga 23 Januari disertai cold surge dari daratan Asia, meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan.

Kondisi ini, dipadu aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Equator, dan Gelombang Kelvin, mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus masif.

Kelembapan tinggi pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer juga memperkuat labilitas, sehingga potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang meningkat.

Prakiraan Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem

BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dengan kilat dan angin kencang terjadi bergantian di berbagai wilayah.

Pada 22 Januari, daerah terdampak meliputi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Pada 23 Januari, potensi serupa masih berlaku di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

Intensitas cuaca ekstrem diperkirakan meningkat di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 24 Januari. Sementara Bali, NTB, dan NTT menghadapi curah hujan tinggi pada 25–26 Januari.

BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi dan berhati-hati dalam aktivitas di darat, laut, maupun udara.

Andri menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah cepat. Masyarakat dan pemangku kepentingan diminta memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, dan media sosial @infobmkg. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko akibat cuaca ekstrem.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#hujan Januari 2026 #bmkg #sumatera #bali #ntb #cuaca ekstrem indonesia #Cuaca Hujan Hari Ini di Indonesia #Peringatan Dini BMKG #jawa #ntt