Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua APINDO Sumbar Rina Pangeran kepada Rektor Universitas Andalas Padang, Efa Yonnedi di Kantor Sekretariat APINDO, Jakarta, Jumat (30/1).
Selain beasiswa, CCEP Indonesia menyalurkan 50 unit mesin filter air melalui perguruan tinggi penerima.
Komitmen CCEP Indonesia untuk Pendidikan Pascabencana
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemulihan sosial melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah kunci utama dalam membangun ketahanan masyarakat pascabencana. Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarga mereka, sekaligus memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Karina menambahkan, dukungan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pemulihan masyarakat. Bantuan ini tidak semata respons darurat, tetapi kontribusi berkelanjutan dunia usaha dalam pembangunan wilayah terdampak.
Perguruan Tinggi Apresiasi Kolaborasi Dunia Usaha
Rektor Unand, Efa Yonnedi, menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi untuk menjaga ketahanan pendidikan pascabencana.
“Pemulihan tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beasiswa ini memberikan harapan dan kepastian bagi mahasiswa terdampak di UNAND untuk tetap melanjutkan studi mereka,” kata Efa Yonnedi.
Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan, keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas bersama, termasuk saat situasi darurat.
“Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab dunia usaha untuk hadir saat masyarakat paling membutuhkan,” tegas Shinta W. Kamdani.(*)
Editor : Heri Sugiarto