Kegiatan ini diikuti puluhan anggota Komunitas Jago Bangunan SIG dan ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tukang sebagai pelaku utama sektor konstruksi nasional.
Akademi Jago Bangunan dirancang untuk mencetak tenaga bangunan yang profesional, kompeten, dan tersertifikasi guna menghasilkan bangunan yang aman, kuat, dan berkualitas.
Pelatihan tersebut dibuka Kepala Unit Penjualan Sumatera Bagian Tengah PT Semen Padang, Nanda Kurniawan, dengan menghadirkan narasumber dosen Universitas Mpu Tantular Jakarta, Dr. Ir. Edison Hatoguan Manurung, ST, MT, MM, MH.
Peningkatan Kompetensi Tukang Jadi Fokus
Nanda Kurniawan menegaskan peningkatan kualitas konstruksi nasional harus dimulai dari peningkatan kompetensi tukang di lapangan.
“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami ingin menghasilkan tukang yang berkualitas. Jika tukangnya berkualitas, maka bangunan yang dihasilkan juga akan berkualitas,” ujar Nanda.
Ia menyampaikan, Akademi Jago Bangunan merupakan bagian dari strategi PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan nasional melalui penguatan sumber daya manusia sektor konstruksi.
Program ini juga sejalan dengan jargon PT Semen Padang, Tukang Bangga Bangun Indonesia, yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata dan berkelanjutan.
“Kami tidak berhenti pada jargon. Program ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan yang berkualitas,” katanya.
Perkuat Kemitraan dengan Tukang Bangunan
Selain peningkatan kompetensi, Akademi Jago Bangunan juga menjadi sarana mempererat hubungan PT Semen Padang dengan para tukang bangunan sebagai mitra strategis perusahaan.
Menurut Nanda, tukang bangunan merupakan garda terdepan dalam penggunaan produk semen dan material konstruksi di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman sekaligus loyalitas terhadap produk PT Semen Padang,” ujarnya.
Pelaksanaan Akademi Jago Bangunan di Bengkulu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PT Semen Padang dalam mendorong kualitas konstruksi nasional melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi.(*)
Editor : Hendra Efison