PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan rencana pembangunan kampung haji di Arab Saudi. Dengan kampung tersebut, biaya haji bakal turun maksimal dalam tiga tahun mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, kemarin. Prabowo menuturkan, Indonesia mendapatkan keistimewaan dari Kerajaan Arab Saudi.
Sebab, Indonesia akan menjadi satu-satunya negara yang nantinya memiliki lahan khusus di Makkah. Lahan itu bakal digunakan untuk membangun kampung haji.
“Mereka mengubah undang-undang untuk memberikan penghormatan kepada bangsa Indonesia. Akibat ini, banyak negara lain menyusul ingin memiliki lahan,” ujarnya.
Kampung haji tersebut, lanjut Prabowo, akan dibangun dalam waktu sekitar tiga tahun. Dengan adanya fasilitas baru, jamaah asal Indonesia tidak perlu lagi menyewa hotel di Makkah. Dengan demikian, biaya haji akan lebih murah dibandingkan sekarang.
“Nanti dijamin jamaah mendapatkan hunian yang layak dan pelayanannya akan terbaik. Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.
Pada 2026, jumlah hunian yang dibangun di kampung haji sekitar 1.000 kamar. Jumlah itu akan bertambah secara bertahap.
Pesan lain yang disampaikan Prabowo adalah meminta para pemimpin untuk rukun. Menurut dia, tidak ada suatu bangsa atau organisasi yang maju ketika pemimpinnya terpecah.
“Boleh berbeda pendapat dan boleh berdebat. Tetapi intinya setelah itu pemimpin harus bersatu dan rukun,” tandas Prabowo.
Progres Pembangunan Kampung Haji
Pembangunan kampung haji di Makkah menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo. Megaproyek itu melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan kementerian serta lembaga teknis terkait.
Beberapa waktu lalu Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan pembangunan kampung haji kepada Prabowo.
Dia menyampaikan bahwa dirinya secara langsung ditugaskan Prabowo untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Sebagai langkah awal, pemerintah telah membeli satu hotel di daerah Thakher, Makkah. Hotel itu berkapasitas 1.461 kamar di 3 tower.
Selain itu, pemerintah juga telah membeli lahan seluas total lima hektare yang berada di depan hotel tersebut. Di sana akan dibangun kawasan kampung haji berupa 13 tower dan 1 mal.
Rosan menyampaikan bahwa akses menuju Masjidilharam akan semakin mudah dengan pembangunan jembatan penghubung yang saat ini tengah berlangsung.
Pada tahun ini pembangunan jembatan ditarget rampung. “Nama jembatan itu adalah Jembatan Al-Hujun,” ucap Rosan.
Dia menjelaskan, hotel yang telah dibeli dengan kapasitas 1.461 kamar tersebut dapat menampung sekitar 4.383 jemaah haji Indonesia.
Melalui rencana pembangunan 13 tower/menara tambahan, kapasitas akan meningkat secara signifikan.
“Dengan kita membangun 13 tower itu, total kamarnya bisa menjadi 6.025 kamar, dan itu akan bisa mencangkup jamaah haji kurang lebih total menjadi lebih dari 23 ribu,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Indonesia mendapat privilige dari pemerintah Saudi untuk memilih lahan kampung haji di Makkah.
“Dan Presiden sudah memilih lahan yang strategis, lokasinya hanya sekitar 500 meter dari Masjidilharam,” terangnya.
Nantinya, di atas lahan itu akan dibangun hotel, mal, klinik, hingga food court. “Kita berharap jamaah haji Indonesia memiliki tempat yang nyaman dan representatif, baik dari sisi makanan maupun pelayanan kesehatan,” katanya.
Selain untuk jamaah haji, kampung haji juga bisa dimanfaatkan untuk jemaah umrah. “Dalam setahun jamaah umrah kita sekitar 1,8 juta orang,” katanya.
Dia juga menerangkan, hotel yang ada di kampung haji memiliki tarif yang murah. “Kita target semurah mungkin karena tujuan akhir pemerintah adalah mengurangi biaya haji,” katanya.
Selain membangun kampung haji, lanjut dia, pemerintah juga sedang bernegosiasi untuk menambah jumlah flight dari Indonesia ke Saudi. Jika flight bisa bertambah, otomatis durasi tinggal jamaah haji Indonesia di Saudi bakal berkurang.
Hal itu juga bisa mengurangi biaya haji. “Saat ini kan waktu tunggu jamaah haji kita di Saudi 41 hari. Kita berharap bisa berkurang, setidaknya seperti Malaysia yang 31 hari,” jelasnya. (adk/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia