Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SPAM Jatiluhur: Solusi Air Bersih Industri Bekasi, DPR Tekankan Sinergi BUMN dan PDAM

Heri Sugiarto • Jumat, 13 Maret 2026 | 22:55 WIB

Nevi Zuairina kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Jumat (13-3-2026).(Foto: Tim NZ)
Nevi Zuairina kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Jumat (13-3-2026).(Foto: Tim NZ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur air minum dan jaminan ketersediaan air baku berkelanjutan bagi kawasan industri dan permukiman di Bekasi dan sekitarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Jumat (13/3/2026).

SPAM Jatiluhur: Solusi Air Bersih untuk Kawasan Industri

Nevi menjelaskan bahwa SPAM Regional Jatiluhur merupakan proyek strategis dengan kapasitas produksi hingga sekitar 4.750 liter per detik.

Kapasitas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi wilayah metropolitan yang terus berkembang, khususnya Bekasi, Karawang, dan sekitarnya.

Menurut Nevi, Bekasi merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan konsentrasi kawasan industri dan permukiman yang tinggi. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih yang cukup, stabil, dan terjangkau menjadi faktor fundamental bagi keberlanjutan pembangunan kawasan ini.

Legislator asal Sumbar II itu menyoroti tantangan utama berupa optimalisasi distribusi air curah dari SPAM Jatiluhur agar dapat dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah daerah dan PDAM sebagai offtaker. Nevi menekankan perlunya koordinasi yang kuat antara BUMN, pemerintah daerah, dan pengelola infrastruktur agar kapasitas produksi terserap secara optimal.

Nevi juga menekankan pentingnya mendorong industri di Bekasi secara bertahap beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan. Langkah ini bertujuan mencegah penurunan muka tanah yang menjadi risiko lingkungan serius di kawasan metropolitan.

Penggunaan air tanah berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak dikontrol, sehingga pembangunan infrastruktur air perpipaan menjadi prioritas bersama.

Keseimbangan Finansial dan Keterjangkauan Tarif

Selain aspek teknis, Nevi menyoroti perlunya menjaga keseimbangan antara kelayakan finansial proyek dan keterjangkauan tarif air bagi masyarakat. Struktur tarif air curah harus mendukung keberlanjutan investasi tanpa membebani warga maupun pelaku usaha.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara Badan Pengelola BUMN, Danantara Asset Management, PT Wijaya Karya, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, dan Perum Jasa Tirta menjadi kunci keberhasilan SPAM Jatiluhur sebagai fondasi ketahanan air bersih nasional, khususnya di kawasan industri strategis Jawa Barat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#dpr ri #kawasan industri #SPAM Jatiluhur #nevi zuairina #bekasi #kebutuhan air bersih #proyek strategis BUMN