Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Program TJSL Pertamina di Sungai Musi Libatkan 307 Warga, Bentuk 30 Sentra Perikanan Terintegrasi

Hendra Efison • Senin, 13 April 2026 | 16:16 WIB
Pertamina Patra Niaga jalankan Belida Musi Lestari sejak 2022, pulihkan Sungai Musi, libatkan 307 warga, tingkatkan penjualan ikan 809%.
Pertamina Patra Niaga jalankan Belida Musi Lestari sejak 2022, pulihkan Sungai Musi, libatkan 307 warga, tingkatkan penjualan ikan 809%.

PALEMBANG — PT Pertamina Patra Niaga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Belida Musi Lestari sejak 2022 di Sungai Musi, Sumatera Selatan, untuk memulihkan ekosistem sungai sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan capaian penjualan ikan naik hingga 809 persen.

Program ini diinisiasi melalui unit Kilang Plaju sebagai respons terhadap ancaman kepunahan ikan endemik Belida akibat penangkapan tidak terkendali dan degradasi lingkungan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan Sungai Musi memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

“Sungai Musi bukan hanya ikon Provinsi Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi kehidupan, jejak sejarah, dan identitas budaya masyarakat di sana,” ujar Roberth dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Negosiasi Iran-AS Buntu, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Penghambat

Ia menambahkan, ikan Belida telah lama menjadi bagian dari budaya lokal, termasuk sebagai bahan utama kuliner khas seperti pempek.

Kerusakan ekosistem sebelumnya berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat bantaran sungai, dengan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) tercatat sebesar 95,53.

Kondisi tersebut juga terlihat di Kampung Perikanan Sungai Gerong yang sempat mengalami fenomena “gulung waring”, yaitu kegagalan usaha budidaya akibat perubahan lingkungan.

Program Belida Musi Lestari dijalankan melalui pendekatan ekosistem perikanan berdikari dengan lima pilar, yakni kemandirian benih, proses budidaya, pakan, produk, dan pengetahuan.

Baca Juga: Penerapan ”War Tiket” Haji Tunggu Saudi Tambah Kuota untuk Indonesia: Tidak Perlu Antre, tapi Biaya lebih Mahal

“Program ini tidak memberikan bantuan instan yang bersifat sementara, melainkan membangun sistem yang mandiri dari hulu hingga ke hilir. Hasilnya pun nyata, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” kata Roberth.

Secara sosial, program ini melibatkan 307 jiwa dari delapan kelompok rentan.

Dari sisi ekonomi, peningkatan penjualan ikan mencapai 809 persen dengan nilai sekitar Rp750 juta.

Pada aspek lingkungan, program ini mengolah 36 ton limbah makanan menjadi pakan ikan.

Baca Juga: Indonesia Bisa Tiru Turki, Jangan Ganggu Kuota Eksisting

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol pulihnya daya beli dan kesejahteraan keluarga nelayan di sepanjang bantaran Sungai Musi,” ujarnya.

Program ini juga berhasil mengonservasi empat jenis ikan Belida khas Sumatera Selatan yang sebelumnya terancam punah.

Selain itu, dibentuk Pusat Pembelajaran Masyarakat dengan dua model pembelajaran dan 18 kelas edukasi perikanan.

Evaluasi program menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 98,26 persen atau kategori sangat puas, serta Exit Readiness & Sustainability Score sebesar 81,77 yang menandakan kesiapan masyarakat mengelola program secara mandiri.

Baca Juga: Klaim Amerika Tentang Pembersihan Ranjau Laut Dibantah

Nilai Social Return on Investment (SROI) tercatat sebesar 1,76.

“Efektivitas investasi sosial program ini terukur, setiap implementasi menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi berlipat bagi masyarakat,” kata Roberth.

Program Belida Musi Lestari disebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang meliputi pertumbuhan ekonomi, kesetaraan gender, serta pelestarian lingkungan.

“Program Belida Musi Lestari adalah bukti nyata bahwa kerusakan lingkungan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi,” tutup Roberth.(*)

Editor : Hendra Efison
#Belida musi lestari #konservasi ikan belida #sungai musi #Pertamina Patra Niaga