PADEK.JAWAPOS.COM-Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) menyatakan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan nasional melalui penguatan produksi berbasis inovasi dan teknologi, di tengah tantangan perubahan iklim seperti El Nino.
Dukungan tersebut disampaikan dalam rilis resmi Kementerian Pertanian bernomor B-296/HM.160/7/04/2026, yang menegaskan komitmen petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui kerja sama dengan pemerintah.
Ketua KTNA, Mohammad Yadi Sofyan Noor, menyebut capaian swasembada pangan nasional merupakan hasil kerja keras kolektif petani yang terus dijaga konsistensinya di lapangan.
Ia menegaskan bahwa petani tetap bergerak aktif meski menghadapi kondisi El Nino, bahkan sebagian melakukan swadaya untuk membangun infrastruktur air demi menjaga produksi.
“Kalau bicara swasembada, kita all out. Kita bangga karena capaian tahun lalu itu luar biasa, bahkan terus meningkat,” ujar Yadi Sofyan Noor di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (21/4/2026).
KTNA juga menyoroti pentingnya sinergi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, terutama dalam pemenuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk daerah terdampak kekeringan.
Menurut KTNA, komunikasi intensif dengan pemerintah terus dilakukan, termasuk pelaporan kebutuhan alsintan di sejumlah daerah seperti Jombang.
“Respons pemerintah sangat cepat, dan ini membuat kami optimistis swasembada pangan tetap aman,” tambahnya.
Wakil Sekretaris Jenderal KTNA, Zulharman Djusman, menegaskan kesiapan petani dalam menjaga keberlanjutan swasembada melalui pengembangan lahan baru dan peningkatan pemanfaatan alsintan.
Selain itu, penguatan sektor perbenihan juga menjadi fokus utama.
“Kami terus berkontribusi dalam pengembangan benih-benih unggul untuk petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam rilis tersebut, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 4,9 juta ton dan terus bergerak menuju 5 juta ton. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, terutama petani sebagai ujung tombak produksi.
“Keberhasilan yang kita capai hari ini bukan karena satu orang, tetapi karena kerja keras kita semua,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Kementerian Pertanian bersama KTNA akan menggelar Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan pada 20–26 Juni 2026 di Gorontalo.
Agenda tersebut akan menghadirkan Gelar Teknologi (Geltek) yang menampilkan inovasi pertanian seperti drone, mesin tanam dan panen, hingga sistem pola tanam modern.
KTNA menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan PENAS 2026, termasuk demonstrasi teknologi di lapangan yang telah memasuki fase pertumbuhan tanaman.
Dengan kolaborasi antara petani, KTNA, dan pemerintah, Indonesia menargetkan penguatan swasembada pangan secara berkelanjutan di tengah tantangan global.(*)
Editor : Heri Sugiarto