Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Indonesia Capai Swasembada Beras 2026: Produksi Rekor & Stok Pemerintah Tembus 5 Juta Ton

Heri Sugiarto • Kamis, 23 April 2026 | 22:11 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras di Karawang.(Foto: Humas Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras di Karawang.(Foto: Humas Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Indonesia mencapai swasembada beras melalui lonjakan produksi nasional yang terkonfirmasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) dan diperkuat cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah pada April 2026.

BPS mencatat produksi padi nasional mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) sepanjang 2025. Angka ini naik dari 63,51 juta ton pada 2024, atau meningkat 13,29 persen. Kenaikan sebesar 8,44 juta ton tersebut menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Jika dikonversi ke beras konsumsi, produksi periode Januari–Desember 2025 diproyeksikan sebesar 34,77 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi nasional 30–31 juta ton per tahun, sehingga menghasilkan surplus.

Peningkatan produksi juga berlanjut pada awal 2026. BPS mencatat potensi produksi Januari sebesar 3,94 juta ton, Februari 6,05 juta ton, dan Maret diperkirakan 11,14 juta ton GKP. Data ini menunjukkan peningkatan tidak bersifat sementara, melainkan hasil perbaikan sistem produksi nasional.

Stok Beras Pemerintah Tembus Rekor 5 Juta Ton

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan capaian bersejarah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang untuk pertama kalinya menembus 5.000.198 ton pada Kamis (23/4/2026).

“Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, sekarang jam 8.55, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah,” ujar Mentan Amran saat meninjau gudang beras di Karawang.

Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja terstruktur dari berbagai intervensi kebijakan.

“Produksi meningkat signifikan dan ini bukan kebetulan. Ini hasil dari perbaikan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Dengan tren ini, swasembada beras bukan lagi target, tetapi sudah kita capai,” tambahnya.

Data Internasional Selaras dengan Estimasi Nasional

Proyeksi lembaga internasional turut memperkuat capaian ini. Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026.

Sementara itu, United States Department of Agriculture (USDA) mencatat angka 34,6 juta ton. Keduanya konsisten dengan estimasi BPS sebesar 34,77 juta ton.

Dari sisi neraca, produksi tahun 2026 diproyeksikan mencapai 34,76 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,1 juta ton.

Dengan surplus 3,66 juta ton dan didukung carry over stock 2025 sebesar 12,4 juta ton, total stok beras nasional diperkirakan mencapai 16,1 juta ton pada akhir 2026.

Kerja Kolektif dari Hulu ke Hilir: Kunci Kenaikan Produksi

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif antara petani, penyuluh, dan pemerintah.

“Swasembada ini adalah hasil kerja bersama. Petani, penyuluh, dan pemerintah bergerak dalam satu arah. Ketika pupuk tersedia, alsintan dimanfaatkan, dan air terjamin, maka produksi meningkat,” ujarnya di Jakarta, 22 April.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan produksi didorong oleh perbaikan akses pupuk bersubsidi, percepatan mekanisasi pertanian, optimalisasi irigasi dan penggunaan benih unggul bersertifikat.

Menurutnya, strategi perluasan areal tanam, penguatan irigasi, dan sarana produksi yang tepat sasaran terbukti meningkatkan produksi secara signifikan.

“Ke depan, seluruh dukungan infrastruktur dan kebijakan akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan swasembada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa reformasi sektor hulu menjadi fondasi jangka panjang. “Ini bukan capaian satu tahun, tetapi fondasi yang memastikan produksi tetap tinggi, stabil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#produksi padi 2025 #CBP 2026 #data bps #swasembada beras #stok beras nasional