PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah dalam pembukaan 30.000 lowongan kerja melalui rekrutmen manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang saat ini berlangsung di seluruh Indonesia.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda terdidik. Berdasarkan informasi resmi, rekrutmen tahap awal telah dibuka sejak pertengahan April 2026 dan ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengisi posisi manajerial di Kopdes Merah Putih di berbagai wilayah.
Dorong Ekonomi Desa Lebih Produktif dan Berdaya Saing
Nevi menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menghadirkan 30.000 peluang kerja ini. Ini bukan sekadar rekrutmen tenaga kerja, tetapi investasi besar dalam membangun kepemimpinan ekonomi di desa-desa Indonesia,” ujar Nevi.
Ia menilai kehadiran manajer profesional di Kopdes Merah Putih dapat mempercepat transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Tekankan Kualitas SDM dan Tata Kelola
Meski mendukung penuh, Nevi mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola dan kesiapan sumber daya manusia yang direkrut.
Menurutnya, para manajer Kopdes harus memiliki kapasitas kewirausahaan, kemampuan manajerial, serta integritas dalam mengelola koperasi sebagai entitas bisnis rakyat.
“Manajer Kopdes harus mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Mereka tidak hanya mengelola administrasi, tetapi harus punya visi bisnis, mampu membangun jaringan, dan menghidupkan potensi desa,” tegasnya.
Perlu Pelatihan, Pendampingan, dan Pengawasan Berkelanjutan
Lebih lanjut, legislator asal Sumatera Barat II ini mendorong pemerintah untuk memastikan adanya sistem pelatihan, pendampingan, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting agar Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi benar-benar berkembang menjadi pusat distribusi, produksi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, Nevi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi serta operasional Kopdes agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Kita ingin Kopdes Merah Putih menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, tata kelola yang baik adalah kunci utama keberhasilan,” tutup Nevi.(*)
Editor : Heri Sugiarto