Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarat Desa tetap Terimbas Kenaikan Dolar

R
Penulis: Redaksi❯
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Advertisement

Pernyataan Presiden Prabowo soal rakyat desa tak pakai dolar menuai kritik public. Prabowo menyebut anjloknya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di perdesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok.

Hal itu disampaikan Prabowo di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Mulanya dia menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.

Prabowo meminta agar publik tidak terlalu mengkhawatirkan pergerakan rupiah terhadap dolar yang sering menjadi sorotan. Menurutnya, masyarakat di daerah perdesaan tidak menggunakan mata uang asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Nah,pernyataan Prabowo ini memancing reaksi public di dunia maya maupun dunia nyata. Beragam komentar yang dialamatkan kepada Ketua Umum Partai Geindra tersebut.

Ya, memang masyarakat desa tidak memakai dolar dalam bertrasaksi sehar-hari. Misalnya beli sembako, peralatan rumah tangga hingga beli kebutuhan bertani dan sebagainya.

Tapi kenaikan dolar tetap berpengaruh kepada kehidupan warga desa. Sejumlah kebutuhan warga desa naik harga dampak pelemahan rupiah tehadap dolar AS yang mencapai Rp 17.600 per dolar AS.

Advertisement

Akibat nilai tukar rupiah yang melemah maka harga barang impor akan naik karena transaksi pakai dolar. Untuk petani, jika dolar naik maka akan mengerek harga pupuk dan obat-obatan pembasmi hama. Karena bahan baku masih bergantung pada impor. Kecuali pemerintah menambah subsidi. Sehingga kenaikan harga tidak membebani petani.

Masyarakat desa, pada umumnya sudah menikmati kehidupan modern. Tidak lagi hanya memanfaatkan bahan yang ada di alam sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Memasak pun tidak lagi memakai kayu api tapi sudah memakai kompor gas. Jika harga gas naik maka warga desa ikut merasakan.Kecuali jika mau kembali pakai kayu api. Itupun kalau kayu api tersedia dan mudah didapatkan.

Mungkin hanya di pelosok terpencil dan belum tersentuh peradaban modern yang tidak begitu terimbas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS. BI menyebut tekanan berasal dari geopolitik global dan tingginya kebutuhan valas.

Ekonom Soroti Kejanggalan Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Ekonom Soroti Kejanggalan Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dinilai Perlu Dikaji Ulang

Aliansi Ekonom Indonesia mempertanyakan data pertumbuhan ekonomi 5,61 persen versi BPS dan mengingatkan risiko pelemahan Rupiah hingga fiskal RI.

Dollar dan Lapar

Dollar dan Lapar

Pelemahan rupiah tetap berdampak ke rakyat desa lewat kenaikan harga pangan, biaya logistik, dan turunnya daya beli masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer