PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menggelar dialog terbuka dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada Rabu (6/5/2026).
Pertemuan ini membahas berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hilirisasi, hingga pencapaian swasembada pangan.
Dialog yang berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah dan generasi muda. Sejak awal, forum berjalan dinamis dengan banyak mahasiswa menyampaikan pertanyaan kritis, masukan, hingga laporan langsung dari lapangan. Suasana beberapa kali diselingi seruan “Hidup Pak Mentan!”, “Hidup Mahasiswa!”, dan “Merdeka!” sebagai ekspresi antusiasme peserta.
Dalam sambutannya, Mentan Amran mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa yang dinilai menjadi energi penting dalam membangun pemerintahan yang transparan.
“Saya salut pada BEM, mahasiswa yang hadir hari ini. Cukup kritis tapi konstruktif. Bukan fitnah. Dan ini sangat bagus untuk membangun komunikasi seperti ini,” ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa kritik berbasis data sangat dibutuhkan dalam memperbaiki tata kelola pertanian nasional.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas dalam dialog adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mentan Amran menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi pasar besar bagi hasil panen petani lokal.
“MBG ini jangan dilihat berdiri sendiri. Ini menjadi offtaker bagi 160 juta petani Indonesia. Ekonomi desa bergerak, pasar hidup, dan anak-anak kita lebih cerdas karena gizinya terpenuhi,” jelasnya.
Program lain yang disorot adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), yang dirancang untuk memotong rantai tata niaga pertanian yang selama ini terlalu panjang.
“Selama ini komoditas harus melalui delapan tahap sebelum ke konsumen. Dengan Kopdes, kita memutus rantai yang selama ini dinikmati middleman hingga Rp336 triliun per tahun,” tegas Amran.
Model ini disebut akan mengembalikan nilai tambah langsung kepada petani.
Dalam paparannya, Mentan Amran menyampaikan sejumlah capaian strategis sektor pertanian berbasis data resmi BPS, FAO, dan lembaga internasional lain.
Ia menyebut stok beras nasional mencapai lebih dari 5 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka. “Dulu stok nasional hanya sekitar 2,6 juta ton. Sekarang sudah di atas 5 juta ton,” katanya.
Indonesia juga dinilai telah memenuhi kriteria swasembada pangan versi FAO, karena impor komoditas utama berada di bawah 10 persen dari total kebutuhan.
Pada 2025–2026 produksi pangan nasional: 73,7 juta ton, kebutuhan nasional: 68,7 juta ton, dan impor hanya 3,5 juta ton atau kurang dari 5%)
"Khusus beras, Indonesia tidak mengimpor beras medium sepanjang 2025," ungkapnya.
Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2026 tercatat mencapai 125,45 — level tertinggi dalam sejarah. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, sebuah langkah yang dinilai langka di tengah kenaikan harga pupuk global.
“Pupuk subsidi turun 20 persen. Ini tidak pernah terjadi selama republik ini merdeka,” ujarnya.
Sektor pertanian pada kuartal I 2026 menyumbang 12,67 persen terhadap PDB nasional. Data BPS menunjukkan ekspor komoditas pertanian 2025: naik 28,26% (Rp166,71 triliun), dan impor: turun 9,66% (Rp41,68 triliun)
Amran menilai hal ini sebagai bukti penguatan fondasi pertanian nasional.
Dalam forum, mahasiswa menyampaikan laporan terkait dugaan masalah distribusi pupuk dan peredaran bawang ilegal. Mentan Amran langsung meminta agar temuan tersebut ditindaklanjuti.
Ia menegaskan komitmen pemerintah memberantas mafia di sektor pertanian. “Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Bahkan ada pejabat eselon II yang kita pecat dan penjarakan. Ini uang negara, tidak boleh disalahgunakan,” tegasnya.
Mentan juga memaparkan rencana akselerasi kemandirian energi melalui pengembangan biodiesel (B5) dan bioethanol (E20), yang didukung hilirisasi sawit dan pemanfaatan lahan strategis.
Program ini disebut berpotensi menciptakan nilai tambah hingga ratusan triliun rupiah dan membuka lapangan kerja besar di daerah.
Mentan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung gudang pangan, stok nasional, dan berbagai fasilitas lain sebagai bentuk transparansi.
“Kami buka apa adanya. Silakan mahasiswa lihat langsung. Kita bangun kepercayaan dengan data,” ujarnya.
Di akhir sesi, Mentan Amran menegaskan pentingnya kerja bersama antara pemerintah dan generasi muda.
“Negara ini tidak bisa kita bangun sendiri. Harus kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan. Masa depan bangsa ada di tangan kalian,” kata Amran.(*)
Editor : Heri Sugiarto