Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementan dan Pemda Perkuat Antisipasi Kemarau, Pastikan Pertanaman Padi Aman Hingga Panen

Heri Sugiarto • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:47 WIB
Hamparan padi MT2 di Kecamatan Semin, Gunungkidul, yang mulai menguning dan dipastikan aman hingga masa panen meski menghadapi potensi kemarau panjang.(Foto: Humas Kementan)
Hamparan padi MT2 di Kecamatan Semin, Gunungkidul, yang mulai menguning dan dipastikan aman hingga masa panen meski menghadapi potensi kemarau panjang.(Foto: Humas Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Fokus utama diarahkan pada wilayah sentra padi tadah hujan agar produksi pangan nasional tetap terjaga.

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui monitoring intensif pertanaman padi musim tanam kedua (MT2) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Gunungkidul. Meski memasuki musim kering, ribuan hektare pertanaman padi di Semin dan Ngawen dipastikan dalam kondisi aman dan menuju masa panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul bersama penyuluh pertanian melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi tanaman serta ketersediaan air di lapangan. Hasilnya, pertanaman seluas 2.924 hektare di Kapanewon Semin yang ditanam pada Februari–Maret 2026 dipastikan aman hingga panen.

Panen raya MT2 di wilayah ini diperkirakan berlangsung mulai pekan ketiga Mei 2026.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Semin, drh. Rumini menjelaskan bahwa petani setempat mulai beradaptasi menghadapi musim kering dengan memilih varietas padi genjah yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.

“Hamparan padi di Semin sudah mulai menguning dan siap dipanen. Petani kini banyak menggunakan varietas genjah seperti Pajajaran, M70D, dan Trisakti sehingga lebih siap menghadapi musim kering,” ujar Rumini, Jumat (8/6/2026).

Optimisme yang sama juga terlihat di Kapanewon Ngawen. Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo menyebut total luas pertanaman MT2 di wilayah tersebut mencapai 8.756 hektare, dengan prediksi panen mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026.

“Kami memprediksi panen berlangsung dari minggu ketiga Mei hingga awal Juni. Kami berharap ketersediaan air tetap cukup hingga seluruh hamparan selesai dipanen, terutama berkat penggunaan varietas umur pendek,” ujarnya.

Langkah-langkah antisipatif ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat adaptasi perubahan iklim.

Upaya dilakukan melalui pengawalan pertanaman, pengelolaan air, penggunaan varietas adaptif, hingga monitoring lapangan secara berkala.

Kementan terus mendorong daerah melakukan mitigasi dini agar produksi pangan nasional tetap stabil meski menghadapi tantangan iklim ekstrem sepanjang 2026.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Kemarau 2026 #Panen MT2 #Varietas padi genjah #kementan #el nino