Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

DPR Apresiasi Respons Cepat Mentan Amran, Harga TBS Sawit hingga Telur Ayam Mulai Membaik

Heri Sugiarto • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:42 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, 10 Juni 2026.(Foto: Humas)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, 10 Juni 2026.(Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sejumlah anggota Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam merespons persoalan harga komoditas pertanian dan peternakan. Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2027 di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Anggota DPR menilai sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami tekanan harga mulai menunjukkan perbaikan. Kondisi tersebut dinilai penting bagi petani dan peternak karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan dan keberlanjutan usaha mereka.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Pertanian dalam merespons persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi perhatian para pekebun.

Menurut Alex, berbagai langkah koordinasi dan kebijakan yang ditempuh Kementerian Pertanian mulai menunjukkan hasil di lapangan.

“Terima kasih Pak Mentan, harga TBS sawit sekarang sudah merangkak naik,” ujar Alex.

Ia menilai respons cepat pemerintah diperlukan untuk menjaga stabilitas usaha pertanian dan perkebunan sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan pekebun.

“Kehadiran pemerintah yang sigap dan responsif sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas usaha pertanian sekaligus melindungi kesejahteraan petani,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan. Ia menilai kepemimpinan Mentan Amran responsif dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan peternakan.

Menurut Herry, perbaikan harga sejumlah komoditas terjadi setelah pemerintah merespons berbagai keluhan yang muncul di tingkat petani dan peternak.

“Kita lihat saat persoalan harga TBS sawit dibahas dalam rapat, tidak lama kemudian harga mulai membaik. Kemarin Pak Mentan hanya dua kali rapat terkait sawit, hari ini harganya sudah naik. Inilah yang kami harapkan, bagaimana pemerintah hadir dan cepat merespons persoalan yang dihadapi pelaku usaha pertanian,” ujarnya.

Herry juga menyoroti penanganan harga telur ayam ras dan ayam hidup yang sempat mengalami penurunan di tingkat peternak.

“Terima kasih Pak Menteri. Ketegasan Bapak terlihat dalam penanganan anjloknya harga telur dan ayam hidup yang sempat dikeluhkan para peternak,” katanya.

Menurut Herry, harga telur ayam ras yang sebelumnya berada pada kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram kini mulai meningkat menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram. Di sejumlah daerah, harga bahkan telah mencapai Rp24.000 per kilogram.

“Saya mendapat banyak aspirasi dari peternak ayam petelur. Sebulan terakhir harga sempat jatuh, tetapi dalam dua hari terakhir mulai membaik. Terima kasih Pak Menteri dan jajaran Kementan yang bergerak cepat,” ujarnya.

Herry berharap tren perbaikan harga terus berlanjut sehingga peternak kembali memperoleh margin usaha yang lebih baik.

“Hari ini harga telur sudah naik. Mudah-mudahan terus membaik hingga mencapai sekitar Rp26.000 per kilogram sehingga peternak kembali memperoleh margin usaha yang sehat,” katanya.

Ia juga menyebut harga ayam hidup yang sempat turun hingga Rp12.000 per kilogram kini telah naik ke kisaran Rp16.000 per kilogram.

“Peternak ayam pedaging sempat sangat terpukul karena harga jauh di bawah biaya produksi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai naik. Mudah-mudahan minggu depan bisa mencapai Rp21.000 per kilogram,” ujarnya.

Herry menambahkan keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kondisi ekonomi petani dan peternak.

“Tugas Kementan bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan ekonomi para pelaku di bidang pertanian. Ketika petani dan peternak sejahtera, pembangunan pertanian akan semakin kuat dan berkelanjutan,” tutup Herry.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#andi amran sulaiman #alex indra lukman #mentan amran #kementerian pertanian #komisi iv dpr ri