APINDO Desak Pemerintah Benahi Iklim Usaha, Jangan Biarkan Investasi Tersendat

Mhd Nazir Fahmi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Shinta Widjaja Kamdani
Shinta Widjaja Kamdani

MAKASSAR, PADEK.JAWAPOS.COM –Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mendesak pemerintah mempercepat pembenahan iklim usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat.

Menurut Shinta, hambatan regulasi, tingginya biaya logistik, dan mahalnya energi masih menjadi persoalan yang menekan daya saing dunia usaha Indonesia sekaligus berpotensi menghambat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Desakan tersebut disampaikan Shinta saat membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV APINDO 2026 di Makassar, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan ketidakpastian ekonomi kini telah menjadi kondisi yang harus dihadapi dunia usaha. Karena itu, pemerintah dinilai tidak cukup hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga perlu mempercepat berbagai pembenahan yang berdampak langsung terhadap investasi dan kesempatan kerja.

“Rakerkonas ini bukan sekadar tempat berkumpul. Kita datang untuk mencari solusi. Setiap pembahasan mengenai investasi, industri, perdagangan, dan daya saing harus bermuara pada terciptanya iklim usaha yang kondusif dan mampu membuka lapangan pekerjaan,” kata Shinta.

APINDO Soroti Akar Masalah PHK

Shinta menegaskan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hambatan tersebut dapat berdampak pada investasi, produksi, hingga keberlangsungan tenaga kerja.

“PHK hanyalah ujung dari persoalan. Akar masalahnya adalah investasi yang terhambat, produksi yang terganggu, dan berbagai regulasi yang belum mendukung kemudahan berusaha,” tegasnya.

Ia mengungkapkan sekitar 47 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan Indonesia bukan hanya menciptakan lebih banyak pekerjaan, tetapi juga menyediakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Karena itu, APINDO memilih mendorong penyelesaian pada akar persoalan dunia usaha. Bersama pemerintah, organisasi tersebut telah mengidentifikasi sejumlah hambatan investasi dan terus mengawal proses penyelesaiannya.

“Kami bukan hanya mencatat persoalan. Kami mengawal penyelesaiannya sampai tuntas. Kalau kami terus menyampaikan persoalan kepada pemerintah, itu karena kami ingin solusi segera diwujudkan,” ujarnya.

Belajar dari Negara yang Berhasil Tingkatkan Daya Saing

Shinta juga menyinggung keberhasilan sejumlah negara di Asia, termasuk Vietnam, dalam meningkatkan daya saing melalui reformasi kebijakan dan kemudahan investasi.

“Pelajarannya jelas. Negara yang berhasil adalah negara yang berani terus memperbaiki dirinya,” katanya.

Dalam Rakerkonas tersebut, Shinta mengajak seluruh jajaran APINDO di Indonesia tetap solid mengawal kepentingan dunia usaha.

Ia menekankan pentingnya peran APINDO sebagai mitra strategis pemerintah yang tidak hanya menyampaikan masukan, tetapi juga menawarkan solusi konkret.

Rakerkonas XXXV APINDO 2026 di Makassar diikuti pengurus APINDO dari seluruh Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang penyusunan rekomendasi strategis untuk mendorong investasi, memperkuat daya saing nasional, serta memperluas penciptaan lapangan kerja.(mnf)

Editor : Hendra Efison
iklim usaha Indonesia phk apindo investasi Shinta Widjaja Kamdani