PADEK.JAWAPOS.COM – BMKG memperbarui parameter gempa bumi yang mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/8/2026) pukul 13.02.23 WIB, dari sebelumnya magnitudo 6,1 menjadi 5,8 dengan kedalaman 35 kilometer.
Gempa yang berpusat di laut 157 kilometer tenggara Nias Selatan tersebut tidak berpotensi tsunami dan getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto mengatakan, episenter gempa berdasarkan parameter terbaru berada pada koordinat 0,67° Lintang Selatan dan 98,29° Bujur Timur.
Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan.
Baca Juga: Gempa M6,1 di Nias Selatan Sumut Dirasakan Warga Sejumlah Daerah di Sumbar
"Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Artinya, proses geologi saat dua lempeng tektonik bumi saling bertumbukan, dan salah satu lempeng menunjam ke lempeng lainnya.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," ujar Wijayanto.
Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah
BMKG menerima laporan masyarakat yang merasakan gempa dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.
Intensitas IV MMI dilaporkan terjadi di Tapanuli Utara. Pada skala tersebut, gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Gerabah dilaporkan dapat pecah, sementara jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.
Sementara intensitas III MMI dirasakan di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padangpanjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang, Padangpariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.
Pada intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang berlalu.
Adapun intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG Pantau Gempa Susulan
Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
BMKG menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Baca Juga: LKAAM dan Gebu Minang Sumbar Siapkan 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Dikirim
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto