Erupsi Anak Krakatau, 7 Bandara Masih Ditutup, Kemenhub Siapkan Alternatif

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:03 WIB
Sebanyak 28 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, hari ini dibatalkan akibat abu vulkanik. (Foto: Humas BIM)
Sebanyak 28 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, hari ini dibatalkan akibat abu vulkanik. (Foto: Humas BIM)

PADEK.JAWAPOS.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

Langkah tersebut dilakukan setelah sebaran abu vulkanik mengganggu operasional sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sejumlah penerbangan mulai dialihkan ke bandara alternatif. Salah satunya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

“Saat ini dan sejak kemarin Garuda Indonesia sudah melakukan pendaratan di Bandara Kertajati. Hari ini rencananya akan dilakukan juga pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam,” kata Dudy di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026).

Kemenhub mencatat hingga Senin terdapat empat layanan penerbangan Garuda Indonesia yang menggunakan Bandara Kertajati sebagai alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta.

Selain Kertajati, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif lainnya, yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah.

Singapore Airlines Gunakan Pesawat Berkapasitas Lebih Besar

Dudy juga mengatakan sejumlah maskapai internasional melakukan penyesuaian armada untuk membantu mengurangi dampak gangguan penerbangan.

Singapore Airlines, misalnya, akan mengganti pesawat Boeing 737-800 dengan Airbus A350 yang memiliki kapasitas lebih besar.

Penumpang dari Singapura yang terdampak dapat menggunakan penerbangan melalui Surabaya. Maskapai tersebut juga menyiapkan opsi penerbangan melalui Yogyakarta sebagai bandara alternatif.

Dudy mengimbau maskapai, terutama maskapai asing, memanfaatkan bandara alternatif dan menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar untuk membantu mengangkut penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

Bandara Atung Bungsu Kembali Beroperasi

Di sisi lain, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali beroperasi setelah hasil paper test menunjukkan tidak terdapat abu vulkanik.

Sementara itu, tujuh bandara lainnya masih ditutup akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bandara yang masih ditutup tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Budiarto, Halim Perdanakusuma, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Husein Sastranegara.

Kemenhub terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan serta maskapai untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.

Kondisi operasional bandara dan penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik serta hasil pemantauan otoritas terkait.

28 Penerbangan Dibatalkan di BIM Hari Ini

Sementara itu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, sebanyak 28 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik.

Total sebanyak 56 penerbangan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) serta Halim Perdanakusuma (HLP) tercatat dibatalkan sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026).

"Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat," kata General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono.(*)

Editor : Heri Sugiarto
erupsi Anak Krakatau abu vulkanik Anak Krakatau 7 bandara ditutup bandara alternatif penerbangan terdampak