PADEK.JAWAPOS.COM — Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) menggelar Muktamar VIII di Hotel Maxone Wahid Hasyim, Jakarta, pada 18-19 September 2026.
Dalam muktamar tersebut, sejumlah pengurus IPHI mengingatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar menjadi pengayom bagi seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar VIII IPHI, Hi Gatot Salahudin, mengatakan pemilihan Hotel Maxone Wahid Hasyim sebagai lokasi muktamar merupakan keputusan panitia berdasarkan kesadaran, kemauan, dan kehendak sendiri, dengan memperhatikan pertimbangan Panitia Pengarah Muktamar.
“Semula direncanakan Muktamar VIII IPHI dilaksanakan di gedung Lemhannas Jl Kebun Sirih Jakarta. Kami memahami dan ingin menjaga netralitas Lemhannas sebagai lembaga negara,” ujar Gatot.
Menurut Gatot, keputusan memindahkan pelaksanaan muktamar ke Hotel Maxone Wahid Hasyim pun sejalan dengan harapan sejumlah peserta dari pengurus wilayah dan pengurus daerah IPHI.
“Sejumlah pengurus wilayah bertanya-tanya, kenapa tidak jadi dilaksanakan di Lemhannas. Tetapi setelah dijelaskan, semua memahami dan mendukung keputusan pelaksanaan Muktamar di Maxone Wahid Hasyim,” katanya.
Hingga Jumat malam, 18 September 2026, sebanyak 28 PW IPHI hadir langsung dalam arena muktamar. Pelaksanaan Muktamar VIII juga disebut mendapat dukungan luas dari PW IPHI dan PD IPHI se-Indonesia.
Sekretaris PW IPHI Sumatera Utara, H. Sugeng Wanto, mengatakan pihaknya hadir dengan 15 peserta. Jumlah tersebut lebih sedikit dari rencana awal sebanyak 25 orang yang terdiri atas pengurus wilayah dan pengurus daerah.
“Kami hadir dengan 15 peserta. Tadinya kami mau datang 25 orang yang terdiri dari pengurus wilayah dan pengurus daerah. Tapi cukup 15 orang saja sesuai arahan Ketua Umum PW IPHI Sumut DR. H. Musa Rejeksah MSi,” kata Sugeng.
Ketua PP IPHI Letjen TNI (Purn) Ahmad Yani dan Sekjen IPHI Abidin Siregar mengapresiasi kehadiran peserta muktamar dari Aceh hingga Papua.
“Ini mencerminkan konsistensi kita semua untuk menjaga soliditas organisasi yang terus istiqomah menjalankan prinsip dan nilai dasar haji mabrur sepanjang hayat,” kata Ahmad Yani.
Abidin mengatakan ikhtiar, konsistensi, dan militansi jajaran pengurus pusat, wilayah, dan daerah di seluruh Indonesia mencerminkan semangat kebersamaan dan keteguhan untuk menjaga marwah IPHI.
Ia menyebut IPHI didirikan pada 22 Maret 1990 atau 24 Sya'ban 1410 H di Jakarta.
“IPHI sudah berusia 36 tahun, dan Alhamdulillah tahun ini kita melaksanakan Muktamar ke VIII,” tegas Abidin.
Dalam acara malam silaturahmi peserta di Hotel Maxone, Jumat malam, Ahmad Yani dan Abidin mengapresiasi kehadiran utusan Ketua MUI.
Abidin mengatakan MUI sudah sewajarnya mengayomi seluruh ormas Islam.
“Kami menghargai dan sudah sewajarnya MUI mengayomi semua ormas Islam,” kata Abidin.
Ketua PW IPHI Nusa Tenggara Timur H. Anwar Pua Geno SH menyampaikan pandangan serupa.
“Jangan MUI dibawa-bawa oleh oknum pengurusnya ikut terseret pada salah satu pihak atas dasar ketidaktahuan atau terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan sepihak,” kata Anwar.
Harapan serupa disampaikan Ketua PP IPHI Jawa Tengah DR. H. Muhammad Haris MSi.
“Sudah sewajarnya semua pengurus MUI memberi contoh dan jadi panutan semua ormas Islam. Jadi pengayom bagi semua, dan istiqomah menjaga ukhuwah umat Islam,” kata Muhammad Haris dalam rilis yang diterima Padek, Sabtu (19/9/2026).(*)
Editor : Heri Sugiarto